Misteri Kepala Kerbau untuk Ular Berkepala Manusia

Misteri Kepala Kerbau untuk Ular Berkepala Manusia
RITUAL ADAT - Sejumlah warga Tlogohendro tengah melakukan ritual adat Kamis Wage Bulan Sura di Telaga Mangunan, Kamis (6/10). Foto: MUHAMMAD HADIYAN/RADAR PEKALONGAN/JPNN.com

Masyarakat percaya bahwa Nyi Baruklinting telah bersemayam sejak dulu kala di Telaga Mangunan.

Misteri Nyi Baruklinting ini digambarkan sebagai sosok ular besar berkepala manusia yang dipercaya menyelimuti telaga sampai saat ini. Mitos itu masih terjaga dan menjadi salah satu legenda masyarakat Petungkriyono.

Acara adat tersebut tidak hanya menarik perhatian masyarakat Petungkriyono, namun juga warga di luar kecamatan bahkan masyarakat kabupaten tetangga. 

Mereka berbondong-bondong ingin menyaksikan ritual tahunan masyarakat tersebut. 

Salah satunya Indra (30), warga Kabupaten Batang, yang sengaja mendatangi acara tersebut lantara dinilai unik. 

"Saya bersama teman-teman memang sengaja ingin liburan ke Petungkriyono untuk menyaksikan acara ini. Selain itu, kami juga ingin mengunjungi daerah-daerah wisata yang ada di Petungkriyono, seperti Curug Lawe, Welo River dan Curug Bajing," kata Indra.

Menurutnya, tradisi tersebut patut untuk dilestarikan. Sebab, selain mengandung nilai budaya, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan semangat gotongroyong antar warga.

"Kebersamaan warga jadi semakit kuat. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahim antar masyarakat," kata dia.

MITOS yang berkembang di masyarakat sekitar, Telaga Mangunan merupakan tempat bersemayamnya ular besar berkepala manusia Nyi Baruklinting. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News