Selasa, 20 November 2018 – 18:26 WIB

Modus Baru Bobol Mesin ATM, Sekali Jepit Rp 2 Juta

Rabu, 31 Oktober 2018 – 08:18 WIB
Modus Baru Bobol Mesin ATM, Sekali Jepit Rp 2 Juta - JPNN.COM

jpnn.com, SAMARINDA - Polisi berhasil meringkus Edi Marlianyoni (34), Ansori (23), dan Asnurin (43), ketiganya merupakan komplotan pembobol mesin ATM, khususnya milik BRI.

Mereka pincang setelah timah panas sempat bersarang di kakinya. Menggunakan alat yang didesain khusus, sekali beraksi, uang yang mampu diperoleh maksimal Rp 2 juta. Senin (29/10), pelaku kriminal asal Lampung, Sumatra Selatan, diumumkan kepada awak media.

Dijelaskan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, para pelaku bukan hanya beraksi di Kaltim, khususnya Samarinda dan Balikpapan. “Ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jakarta,” sebut perwira berpangkat melati tiga tersebut.

Di hadapan awak media, Edi, salah satu pelaku bercerita dengan suara pelan sembari meringis. “Pakai kartu ATM pribadi, tapi kerjanya punya peran masing-masing,” ungkapnya.

Menggunakan satu tongkat yang didesain khusus, gunanya untuk menjepit uang saat mesin bekerja. Ketika transaksi penarikan, ada yang bertugas mematikan mesin ATM. “Waktu mesin berhenti, uang yang sempat masuk ke penghitungan bakal tertahan dengan tongkat khusus itu, langsung dijepit dan uang ditarik,” sambung Edi.

Dalam hitungan detik, sekali tarik Edi cs maksimal bisa memperoleh uang Rp 2 juta. “Kebanyakan mesin ATM BRI,” sebutnya. Dari pengakuannya pula, sudah beraksi di 13 mesin ATM. Tiga lokasi terakhir di Jalan P Suryanata, RE Martadinata, dan kawasan Kecamatan Sambutan. Dari tiga mesin ATM yang terakhir dibobol, uang yang diperoleh hanya Rp 7,5 juta.

Dijelaskan Vendra, mesin ATM yang dijadikan objek pelaku, yakni yang lama. “Mereka tentu lebih dulu menyurvei,” tegasnya.

Para pelaku itu diringkus Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda di Jalan HAMM Rifaddin, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir. Tepatnya di salah satu indekos di kawasan tersebut.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar