Mogok Pilot Garuda Dinilai Merusak Citra Pemerintah

Mogok Pilot Garuda Dinilai Merusak Citra Pemerintah
Para calon jemaah haji saat memasuki pesawat Garuda Indonesia. Foto dok Humas Garuda Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat intelijen Ngasiman Djoyonegoro menilai ancaman mogok Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) sudah pada tahap merusak citra pemerintah.

Dalam pandangannya, kasus yang membelit perusahaan pelat merah itu sudah menyangkut politik dan ekonomi.

"Jika dirunut ada strategi besar di balik rencana mogok yaitu dari pemilihan waktu. Awalnya, saat Ramadan dan Idulfitri yang berbarengan dengan mudik Lebaran 2018. Kini, mengancam lagi berdekatan dengan jadwal keberangkat jamaah haji Indonesia dan Idul Adha. Ini ada apa?" ujar Ngasiman yang juga Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) ini dalam keterangan persnya, Rabu (4/7).

Menurutnya, ancaman mogok tersebut mengganggu hajatan dan kepentingan umat muslim yang akan menunaikan ibadah haji. Jamaah haji Indonesia 1439 Hijriyah akan mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada 17 Juli 2018 menggunakan jasa maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Pria yang karib disapa Simon ini melihat kasus mogok kerja yang akan dilakukan Sekarga dan APG tidak ada kaitannya dengan hubungan industrial antara karyawan dengan perusahaan. Kasus yang membelit perusahaan pelat merah ini kental bernuansa politik dan ekonomi. 

''Pertama, harus dilihat siapa aktor politik yang bermain. Kedua, indikasi adanya aktor ekonomi sangat terlihat karena Garuda Indonesia adalah aset pemerintah yang sangat seksi,'' ujar Simon.

Aktor politik ini, katanya, terlihat ingin menciptakan kegaduhan dalam tubuh pemerintah Joko Widodo, BUMN sebagai sasaran antara. Jika mogok kerja terjadi tentunya citra pemerintah yang tercoreng karena dinilai gagal dalam menciptakan kondisi aman di tahun politik.

Kemudian, dalam sisi ekonomi terlihat ada upaya sistematis untuk membuat kesan manajemen Garuda Indonesia gagal dalam mengelola bisnis. Situasi tidak kondusif ini ditujukan untuk membuat karut-marut yang arahnya Garuda Indonesia diambang kebangkrutan.

"Pemerintah harus mengambil tindakan tegas dalam menyelamatkan aset nasional. Pemerintah juga perlu mengidentifikasi siapa-siapa biang kerok di dalam tubuh Garuda Indonesia dan aktor-aktor intelektual di luar yang bermain," ujarnya.

Pengamat intelijen Ngasiman Djoyonegoro menilai ancaman mogok Sekarga dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) sudah pada tahap merusak citra pemerintah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News