Mohon Menahan Diri untuk Tidak Berziarah di Kubur dan Menciptakan Kerumunan

Mohon Menahan Diri untuk Tidak Berziarah di Kubur dan Menciptakan Kerumunan
Seorang peziarah melintasi pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2020).

jpnn.com, GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak ziarah ke pemakaman keluarga saat momentum Lebaran.

Dia khawatir ziarah ke kubur memicu kerumunan orang yang akhirnya terjadi penularan wabah COVID-19.

"Ke kuburan kita mendoakan orang tua, kita tahan dulu, mari kita di rumah saja," kata Rudy Gunawan di Garut, Jabar, Rabu.

Dia berharap imbauan terkait aturan mencegah penyebaran dan penularan wabah COVID-19 bisa dipatuhi masyarakat untuk kepentingan bersama dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Masyarakat, lanjut dia, bisa mendoakan orang yang sudah meninggal dunia di rumah, termasuk saat Lebaran dapat menahan dulu kegiatan bertemu dengan orang lain maupun berkumpul dengan saudara.

"Kami sarankan supaya tidak melakukan kunjungan ke keluarga, tahan dulu," katanya.

Dia berharap masyarakat bisa menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

"Mari kita di rumah saja untuk keselamatan kita, keselamatan orang yang kita cintai, kami mengingatkan untuk meningkatkan protokol kesehatan," katanya.

Ziarah ke kubur dikhawatirkan bisa memicu kerumunan orang yang akhirnya terjadi penularan wabah COVID-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News