JPNN.com

Mudah-mudahan Hasil Tes di Stasiun KRL Tidak Banyak yang Positif Corona

Sabtu, 27 Juni 2020 – 19:18 WIB
Mudah-mudahan Hasil Tes di Stasiun KRL Tidak Banyak yang Positif Corona - JPNN.com
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto: Rizal/Humas Jabar

jpnn.com, BOGOR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di KRL Commuterline di Stasiun Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kota Bogor, Jumat (26/6).

Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyarankan, perlu dilakukan kajian ilmiah dengan memperbanyak pengetesan terhadap pengguna KRL.

Sehingga nantinya, keputusan terkait peningkatan kapasitas di Stasiun Cilebut (satu stasiun sebelum Bojonggede dari arah Bogor) bisa berdasarkan data.

"Stasiun masalahnya karena kapasitas (KRL) dikurangi, maka kepada mereka sisanya itu (yang belum tertampung) harus segera dicarikan solusinya. Kemarin ada bantuan bus, termasuk dari Pak Anies (Gubernur DKI Jakarta) tapi masih kurang. Sehingga solusinya adalah tes yang naik kereta apakah ada yang positif. Jika tidak ada, kami mengusulkan jumlah kapasitas dalam gerbong bisa lebih padat," ucap Emil didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Tetapi jika ditemukan banyak yang positif, berarti tetap dilakukan seperti ini (pengurangan kapasitas). Mudah-mudahan hasil (tes) tidak banyak yang positif, sehingga Kang Bima sebagai wali kota bisa mengusulkan dalam satu gerbong persentase (penumpang) diperbesar," tambahnya.

Dalam agenda tersebut, Emil turut memaparkan bahwa Angka Reproduksi Efektif (Rt) COVID-19 di Jabar sudah enam minggu berada di bawah angka 1.

Berdasarkan data terbaru Gugus Tugas Jabar, angka Rt Jabar pada 20 Juni yaitu 0,9. Per tanggal 23 Juni adalah 0,92. Sementara rata-rata Rt dari 7 Juni sampai 20 Juni yaitu 0,71.

"Mudah-mudahan keterkendalian Adaptasi Kebiasaan Baru atau new normal bisa pelan-pelan berimbang. Kita tidak mengurangi yang namanya kewaspadaan. Oleh karena itu rapid test juga dilengkapi dengan Mobile PCR. Jadi kalau 10 menit ada yang reaktif, langsung dibawa ke mobil untuk di-swab. Ini akan menguatkan keyakinan Kota Bogor apakah rakyatnya aman dan nyaman dalam proses adaptasi," tutur Emil.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
rama