JPNN.com

Muhammadiyah Diminta Ungkap Rekayasa Kasus JIS

Selasa, 26 April 2016 – 21:54 WIB Muhammadiyah Diminta Ungkap Rekayasa Kasus JIS - JPNN.com
ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

JAKARTA – Keluarga petugas kebersihan PT ISS yang terseret dalam kasus dugaan kekerasan seksual murid TK JIS, berharap Pengurus Pusat Muhammadiyah mengungkap kejanggalan kasus ini. Sebab, PP Muhammadiyah dianggap sukses mengungkap kejanggalan kematian terduga teroris Siyono.

Ali Subrata, orang tua salah satu pekerja kebersihan PT ISS, Zainal Abidin mengatakan, pengungkapan kasus Siyono memberikan harapan terhadap para terpidana kasus JIS. Pasalnya, sejak kasus ini muncul pada April 2014, tidak ada bukti yang bisa menunjukkan pekerja kebersihan telah melakukan tindak pidana yang dituduhkan.

Ali mengatakan proses pemeriksaan di kepolisian terhadap pekerja PT ISS penuh pemaksaan dan kekerasan. Bahkan salah satu pekerja kebersihan, Azwar, tewas saat penyidikan di Polda Metro Jaya.

Seperti halnya kasus Siyono di Jawa Tengah, kematian Azwar juga penuh dengan keganjilan. Polisi dalam keterangannya hanya bilang Azwar tewas akibat minum cairan pembersih kamar mandi. Sementara wajah Azwar penuh luka lebam dan bibir pecah.

“Saya percaya bahwa rangkaian kejanggalan dalam penerapan hukum serta kematian almarhum Azwar yang tidak wajar adalah kunci utama untuk mengungkap ketidakadilan dalam kasus ini,” ujar Ali  dalam keterangan tertulis diterima, Selasa (26/4).

Ia menambahkan, kasus JIS  ini adalah bukti bahwa orang-orang kecil selalu dikorbankan untuk kepentingan uang dan orang kaya.

Istri Agun, Narti menambahkan, sampai hari ini keluarga tetap yakin bahwa kasus JIS adalah rekayasa untuk kepentingan uang. Apalagi selama suaminya menjalani persidangan, tidak ada bukti medis yang membuktikan anak yang jadi korban mengalami sodomi.

“Kami mohon Muhammadiyah tidak hanya mengungkap kasus Siyono, kasus JIS ini juga sangat mengerikan bagi kami,” ujar dia.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri