MUI Hormati Muhammadiyah soal Beda Idul Adha

MUI Hormati Muhammadiyah soal Beda Idul Adha
MUI Hormati Muhammadiyah soal Beda Idul Adha
JAKARTA - Perbedaan hari raya Idul Adha 1431 hijriyah antara ketetapan pemerintah dengan organisasi Islam Muhammadiyah diminta oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai suatu perbedaan yang wajar. MUI minta semua elemen untuk menghormati ketetapan Muhammadiyah tersebut.  

Ketua MUI Umar Shihab, menyatakan, pihaknya bisa memahami perbedaan hari raya seperti yang ditetapkan PP Muhammadiyah. "Kami imbau kepada semua pihak untuk saling menghormati atas keputusan tersebut. Namun, MUI tetap menyesuaikan dan mentaati keputusan Pemerintah," kata Umar, Senin (8/11).

Seperti dilansir Kemenag, Utusan DDII, Syamsul Bahri mengatakan, upaya penyatuan kalender hijriyah menjadi hal yang mutlak. Menurutnya, jika perbedaan ini terus terjadi, maka akan semakin membuka kesempatan suburnya sekte-sekte yang menyimpang. Selama ini banyak sekte atau aliran yang penetapan hijriyahnya jauh perbedaannya.

Persatuan Islam (Persis) menyoroti pentingnya kebersamaan dalam perayaan Idul Adha dan Idul Fitri. Untuk itulah, Persis mendorong untuk menyatukan metode dan kriteria dalam penetapan bulan hijriyah, baik hisab maupun rukyah, sehingga tidak ada lagi perbedaan.

JAKARTA - Perbedaan hari raya Idul Adha 1431 hijriyah antara ketetapan pemerintah dengan organisasi Islam Muhammadiyah diminta oleh Majelis Ulama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News