JPNN.com

Mungkinkah Darah Pasien Sembuh Jadi Obat Pembunuh Virus Corona?

Kamis, 26 Maret 2020 – 10:47 WIB Mungkinkah Darah Pasien Sembuh Jadi Obat Pembunuh Virus Corona? - JPNN.com
Dr Arturo Casadevall, pakar imunologi dari Johns Hopkins University, mendapat lampu hijau untuk mengujicoba terapi antibodi untuk pasien corona dengan menggunakan plasma darah pasien yang sudah sembuh. (Twitter/Istimewa)

Upaya menyembuhkan pasien yang terjangkit virus corona terus dilakukan kalangan medis di berbagai negara. Salah satunya, dengan menggunakan darah pasien yang kini sudah sembuh.

Kini otoritas makanan dan obat-obatan (FDA) Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau bagi dimulainya ujicoba pemberian plasma darah pasien yang sembuh dari virus corona bagi pasien yang masih menderita sakit.

Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Johns Hopkins Dr. Arturo Casadevall yang mengajukan izin ujicoba ke FDA menjelaskan, pihaknya belum tahu apakah penggunaan plasma darah pasien sembuh akan menyembuhkan pasien yang masih sakit.

“Kita tidak akan tahu hasilnya sampai kita melakukannya. Tapi bukti sejarah menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ujar Dr Casadevall kepada kantor berita The Associated Press.

Upaya ini sebenarnya sudah dicoba di China dengan menggunakan plasma, yaitu bagian darah yang mengandung antibodi, tetapi bukan sel darah merah, dari orang yang telah pulih dari COVID-19. Namun ujicoba tersebut hanya menunjukkan hasil yang masih sumir sejauh ini.

Karena itu, para peneliti AS berharap meningkatkannya dengan memilih darah donor yang dikemas dengan antibodi dan memberikannya kepada pasien.

Dr Casadevall merujuk pada penggunaan plasma darah ini dalam kasus wabah flu Spanyol di awal abas 20, dalam wabah polio dan campak serta dalam kasus SARS dan Ebola beberapa tahun lalu.

"Dari sejarah saya tahu apa yang dilakukan dengan epidemi di awal abad ke-20. Mereka tidak memiliki vaksin dan obat pada waktu itu, sama seperti situasi yang kita hadapi sekarang. Tapi para dokter kemudian tahu bahwa untuk kondisi tertentu, kita dapat mengambil darah antibodi dan menggunakannya untuk mencegah penyakit atau mengobati pasien yang sakit,” jelas Dr Casadevall.

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...