Selasa, 18 Juni 2019 – 17:48 WIB

Mungkinkah Silatnas Honorer K2 Digelar sebelum Pilpres? Ah, Berat Mas

Sabtu, 06 April 2019 – 08:50 WIB
Mungkinkah Silatnas Honorer K2 Digelar sebelum Pilpres? Ah, Berat Mas - JPNN.COM

"Rencana dalam Silatnas akan menggandeng seluruh elemen honorer yang tergabung dalam Forum Honorer K2 seluruh Indonesia. Nantinya akan ada MoU antara honorer K2 dengan Pak Jokowi yang salah satu isinya adalah percepatan pengesahan revisi UU ASN sebagai pintu masuk honorer K2 bisa menjadi PNS," jelas Eko kepada JPNN, Sabtu (6/4).

Pertanyaannya, apa tepat format MoU alias memorandum of understanding? Biasanya, MoU semacam format untuk kerja sama kedua pihak yang saling menguntungkan. Masa honorer K2 MoU dengan Presiden?

Jika disebut Eko materi MoU soal percepatan revisi UU ASN, apa Presiden mau? Pasalnya, jika revisi UU ASN diketok dan ada pengangkatan honorer K2 menjadi PNS tanpa tes, bagaimana honorer K2 yang sudah telanjur lulus PPPK? Tentu Presiden juga memikirkan dampak tersebut.

Keempat, soal peserta Silatnas yang ditargetkan 45 ribu orang. Bagaimana posisi hingga hari ini? Berapa yang sudah mendaftar untuk ikut? Angka yang muncul baru dari Jatim sebanyak 5.000 orang. Yakinlah, Presiden Jokowi butuh kepastian jumlah peserta yang hadir, dan jika cuman segelintir, tidak akan mau datang.

Kelima soal biaya Silatnas. Perlu diingat, rencana silatnas di SUGBK gagal antara lain karena jumlah peserta tidak memenuhi target. Begitu pun, soal dana yang cekak juga menjadi faktor penggagal. Apakah akan terulang?

Iuran honorer K2 sebanyak Rp 20 ribu per orang, jika ditarget dihadiri 45 ribu orang, berarti ketemu angka Rp 900 juta. Jika yang hadir hanya 50 persen dari target misalnya, cukupkah dana yang tersedia untuk sewa tempat dan lain-lain? Apa ada sumber dana dari pihak lain?

BACA JUGA: Pemerintah Pusat Ingin Terlihat sebagai Dewa Penolong Honorer K2

Panitia perlu membeber sumber dana secara transparan. Tanpa transparansi, yakinlah, honorer K2 bakal ogah terlibat dalam acara yang sarat urusan politik ini. (esy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar