Musim Baru Ligue 1 Prancis Dimulai Dini Hari Nanti, Covid-19 Masih Menghantui

Musim Baru Ligue 1 Prancis Dimulai Dini Hari Nanti, Covid-19 Masih Menghantui
Paris Saint Germain, juara Ligue 1, Piala Liga Prancis dan Piala Prancis musim lalu. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Christian Hartmann/pras.

Protokol kesehatan dan medis setebal 57 halaman telah disiapkan liga yang dirancang untuk membatasi kontaminasi sebaik mungkin.

Para pemain akan dites dua sampai tiga hari sebelum masing-masing pertandingan, dan pertandingan wajib ditangguhkan jika terdapat empat kasus di klub yang sama dalam periode delapan hari. Hal inilah yang diterapkan pada Marseille dan berpeluang terjadi pula pada Nimes.

"Bahkan dengan niat baik, sistem medis terbaik, kontrol terbaik, kami memiliki risiko yang tidak tergantung kepada kami dan bahkan dapat menimbulkan potensi membahayakan," kata salah satu presiden klub.

Dengan risiko seperti itu, sebagian penggemar akan diizinkan untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan secara langsung. Pemerintah Prancis membatasi maksimal 5.000 orang dalam satu stadion, sudah mencakup para pemain kedua tim, staf kepelatihan, dan staf organisasi.

Meski demikian, sejumlah kelompok penggemar mengatakan adanya peraturan itu berarti mereka tidak akan menyaksikan pertandingan secara langsung.

Ancaman virus menghantui apa yang semestinya menjadi musim baru yang menggembirakan, menyusul gebrakan klub-klub Prancis di Liga Champions dan sejumlah klub, seperti Lyon, Marseille, dan Monaco bertekad menggoyang status quo.

Bagaimanapun PSG juga tidak akan mengendur setelah mereka mengamankan treble domestik pada musim lalu, dan bertekad memenangi gelar liga kesepuluhnya. Saat ini satu-satunya klub Prancis yang telah mengoleksi sepuluh gelar liga adalah mantan raksasa St Etienne. (afp/antara/jpnn)

Tiga klub besar di Prancis tidak akan ambil bagian pada akhir pekan pembukaan Ligue 1 Prancis.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News