Musim Pancaroba, Ada 15 Zoonosis, Waspadai Jenis Hewan Berikut Ini

Musim Pancaroba, Ada 15 Zoonosis, Waspadai Jenis Hewan Berikut Ini
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel, drh Jafrizal. Foto: ANTARA/Aziz Munajar/20

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel, drh Jafrizal mengatakan kondisi cuaca selama musim pancaroba mendukung pertumbuhan virus-virus pada hewan yang dapat tertular ke manusia atau menjadi zoonosis.

"Virus terbagi dua, ada yang dulu pernah muncul lalu muncul kembali, ada juga yang memang belum pernah ada lalu muncul," ujar drh Jafrizal, Sabtu (28/3).

Ia mencontohkan temuan kasus virus Flu Burung di Kota Palembang pada Januari 2020 yang mematikan ratusan ungags.

Virus tersebut muncul kembali setelah hampir lima tahun tidak pernah muncul. Beruntungnya virus itu tidak sampai menjalar ke manusia.

Virus dari hewan akan mudah menyerang manusia dengan daya imunitas rendah akibat cuaca yang berubah-ubah cepat selama musim pancaroba. Sehingga masyarakat perlu menjaga diri dari kontak-kontak terhadap hewan.

Terdapat 15 zoonosis prioritas di Indonesia yang perlu diwaspadai berdasarkan Keputusan Kementerian Pertanian Nomor 237/Kpts/PK. 400/3/2019, yakni rabies, avian influenza, antraks, japanese, buvone tuborculosis, brucellosis, leptosprisis, b. enchephalitis, salmonellosis, q fever, trichinellosis, para tuberculosis, taniasis, schistosomiosis, dan toksoplasma.

Tidak hanya virus, zoonosis tersebut juga disebabkan dari kuman, jamur, parasit dan bakteri yang dibawa beragam jenis hewan seperti unggas, babi, nyamuk, kelelawar, monyet, sapi, anjing, bahkan kucing.

Penularannya dapat menimbulkan infeksi serta penyakit pada manusia dari level ringan hingga fatal.

Musim pancaroba mendukung pertumbuhan virus-virus pada hewan yang dapat menulari manusia atau menjadi zoonosis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News