JPNN.com

NasDem dan PKS Sayangkan Paripurna Pemilihan Wagub DKI Digelar di Tengah Wabah Corona

Selasa, 24 Maret 2020 – 21:28 WIB NasDem dan PKS Sayangkan Paripurna Pemilihan Wagub DKI Digelar di Tengah Wabah Corona - JPNN.com
DPRD DKI. Foto: Indopos

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengimbau warga supaya beraktifitas di rumah untuk memutus rantai penularan virus corona di ibu kota. Namun, DPRD DKI Jakarta justru berencana menggelar rapat paripurna pemilihan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno pada hari Kamis, 26 Maret 2020 mendatang.

Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani, mengungkapkan kekecewaannya jika rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI tetap dilaksanakan di tengah status tanggap darurat wabah Covid-19.

"Kita sangat menyayangkan jika rapat paripurna pemilihan wagub ingin dilaksanakan di tengah masa tanggap darurat wabah corona," ujar Yani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Achmad Yani menjelaskan bahwa sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi telah memutuskan bahwa rapat Paripurna tersebut ditunda dengan alasan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

"Sebelumnya kan Pak Prasetyo sebagai Ketua DPRD DKI sudah menunda karena sedang ada wabah virus Corona. Kami sangat mengapresiasi hal ini. Tiba-tiba saya dengar kabar bahwa rapat Paripurna itu akan dilaksanakan kamis pekan ini,” ucapnya.

Menurutnya, jika rapat Paripurna Pemilihan Wagub DKI tetap dilaksanakan, hal ini akan menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat. Karena hingga awal April mendatang, masyarakat masih melaksanakan himbauan Presiden dan juga Gubernur DKI Jakarta untuk beraktifitas dan tetap berada di rumah dalam rangka mencegah penyebaran wabah virus Corona.

“Tapi DPRD malah mau mengadakan paripurna yang mengumpulkan banyak orang dalam satu ruangan. Ini sangat beresiko,” tegas Yani yang juga anggota panitia pemilihan Wagub DKI itu.

Karenanya, Achmad Yani berharap bahwa rapat paripurna pemilihan wagub dapat ditunda, hingga status tanggap darurat wabah Covid-19 di DKI Jakarta berakhir. “Semoga saja rapat paripurna pemilihan wagub diundur hingga status tanggap darurat wabah corona berakhir,” tuturnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...