JPNN.com

NasDem Ogah Tinggalkan Koalisi Jokowi, Irma Suryani: Itu Pekerjaan Bodoh

Sabtu, 09 November 2019 – 16:13 WIB NasDem Ogah Tinggalkan Koalisi Jokowi, Irma Suryani: Itu Pekerjaan Bodoh - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyadari tidak mungkin pihaknya keluar dari koalisi pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Menurut Irma, pihaknya tetap mendukung Presiden Jokowi dari dalam pemerintahan dan juga dari luar dalam rangka memberi masukan.

"Kami ini mendukung Pak Jokowi itu tidak berhenti sampai dengan pembagian kursi kabinet saja. Jadi tanggung jawab NasDem itu sampai dengan 2024, maka kemudian NasDem kan harus membangun koalisi. Bukan cuma di dalam, tetapi di luar juga harus kami bangun komunikasi kepada teman-teman parpol yang merupakan check and balance," kata Irma di arena Kongres Kedua NasDem di Gedung JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11).

Irma menilai pemerintah yang baik memerlukan oposisi. Partai-partai di luar pemerintah harus memberikan kritik yang konstruktif, solutif dan elegan sehingga dapat membantu Presiden Jokowi.

"Dan yang kedua check and balance diperlukan agar pemerintahan kami ini menjadi lebih demokratis, karena apa? Karena pemerintah yang abosolut dikhawatirkan akan menjadi otoriter," kata Irma.

Irma meminta semua pihak tidak curiga dengan pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Apalagi sampai membuat kesimpulan bahwa NasDem ingin membangun poros baru dengan berada di luar pemerintahan.

"Ini pilpres saja baru selesai kan, enggak mungkin namanya NasDem itu yang mendukung presiden tanpa syarat dan mahar dari 2014 mau meninggalkan yang sudah kami menangkan begitu saja. Itu pekerjaan bodoh, pekerjaan sia-sia. Jadi sebenarnya NasDem ambil inisiatif untuk membantu presiden dengan mengonsolidasikan partai-partai yang berada di luar," jelas Irma. (tan/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...