Ngahiji Sareng RedMe, Jurus PDIP Pikat Milenial Parijs van Java

Ngahiji Sareng RedMe, Jurus PDIP Pikat Milenial Parijs van Java
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (nomor 3 dari kiri) dalam acara Ngahiji Sareng RedMe di Bandung, Sabtu (23/2). Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, BANDUNG - PDI Perjuangan menggelar acara Ngahiji Sareng RedMe di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/2). Acara yang diselenggarakan  di Click Square itu mampu menghadirkan kemeriahan, khususnya kalangan milenial Bandung.

Ratusan milenial sangat antusias mengikuti serangkaian acara Ngahiji Sareng RedMe. Ada konser musik Band Radja, nyanyian lagu-lagu daerah, ensambel angklung hingga fashion show.

RedMe merupakan dua kata dalam bahasa Inggris, yakni red (merah) dan me (aku). RedMe dimaknai sebagai merahkan aku.

Ragam pakaian ala anak muda milenial ditampilkan dalam Ngahiji Sareng RedMe. Antusiasme kalangan milenial Bandung terhadap Ngahiji Sareng RedMe tidak hanya ditunjukkan dengan kehadiran mereka.

Tak sekadar hadir, kalangan muda di kota berjuluk Parijs van Java itu juga ambil peran dalam Ngahiji Sareng RedMe. Mereka memainkan angklung bersama-sama mengikuti arahan konduktor di panggung utama.

Sejumlah model tampil ke panggung dengan pakaian khas RedMe. Para modelnya tak sembarangan, karena ada pesohor seperti Lita Zein, Kirana Larasari, Ian Kasela, hingga Nico Siahaan.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga ikut tampil pada peragaan busana RedMe. Pria asal Yogyakarta itu turut berlenggang di atas catwalk mengenakan hoodie warna merah, kacamata hitam serta celana biru.

Hasto juga menenteng angklung sembari berjalan di atas catwalk untuk menampilkan kesan bahwa upaya menjaring milenial tidak melupakan kebudayaan Indonesia. "Mari jadikan Bandung sebagai pusat inovasi dan kreasi anak bangsa," ujar Hasto usai acara.

PDI Perjuangan menggelar acara Ngahiji Sareng RedMe di sebuah pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat untuk menggaet kalangan milenial.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News