Nih Yang Mau Tahu Riuh Rendah Sejarah Hari Pers

Nih Yang Mau Tahu Riuh Rendah Sejarah Hari Pers
Ilustrasi. Foto: The Huffington Post

Sebagaimana ditulis Daniel Dhakidae dalam buku Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru, Harmoko diangkat menjadi Menteri Penerangan baru menggantikan Ali Moertopo setahun kemudian.

Dalam posisi barunya, Harmoko tak lupa gagasan yang pernah dicetuskan PWI saat kongres di Padang.

Mula-mula, melalui Peraturan Menteri Penerangan No. 2/1984, PWI ditetapkan sebagai satu-satunya organisasi wartawan yang boleh hidup di Indonesia.  

Sejurus kemudian, barulah apa yang dicita-citakan Harmoko berhasil.

Pada 1985, Soeharto menerbitkan Surat Keputusan Presiden No.5/1985 yang isinya 9 Februari, ulang tahun PWI resmi dirayakan tiap tahun sebagai Hari Pers Nasional (HPN).

Yang perlu dicatat, ide ini bermula pada 7 Desember 1978, pada puncak perhelatan kongres PWI di Padang.

Pada tanggal yang sama 29 tahun kemudian. 7 Desember 2007. Sekelompok jurnalis dan penulis muda mendeklarasikan Hari Pers Indonesia di gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

"Saya tidak semata-mata menyatakan hari ini sebagai Hari Pers Nasional," kata Taufik Rahzen, salah satu deklarator, "tapi sebagai Hari Pers Indonesia," tandasnya saat itu.

ADA apa dengan sejarah Hari Pers Nasional?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News