Novel Baswedan Sebut AKP Robin Pegawai Baru, Mainkan Banyak Kasus, Terima Belasan Miliar

Novel Baswedan Sebut AKP Robin Pegawai Baru, Mainkan Banyak Kasus, Terima Belasan Miliar
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto/aww.

jpnn.com, JAKARTA - Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai tidak mungkin AKP Robin pemain tunggal di lembaga antirasuah. Terlebih, Robin tergolong pegawai baru di KPK.

Hal ini disampaikan Novel mengingat sulitnya menembus pengembangan perkara dugaan suap yang melibatkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Novel mengaku dirinya merupakan Kasatgas kasus tersebut.

Novel meyakini pemilik nama lengkap Stepanus Robin Pattuju itu perlu peran dari orang lain di KPK. Disinyalir orang tersebut punya jabatan lebih tinggi di atasnya demi memengaruhi proses penyidikan.

"Saya yakin Robin tidak bekerja sendiri. Apakah bisa pegawai baru kemudian main 6 perkara, kemudian terima uang Rp 11 miliar, enggak logis, ya," kata Novel saat dihubungi, Selasa (11/10).

Sebagai orang yang pernah terlibat dalam penanganan perkara Azis Syamsuddin, Novel mengaku masalah ini sudah pernah dia sampaikan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Namun, Dewas urung mengambil sikap saat itu.

"Ingat, melihat suatu permasalahan tidak harus ada laporan resmi. Seharusnya para pengawas dan penegak hukum tahu ketika ada permasalahan, mereka akan melihat sebagai hal yang serius. Kemudian melakukan pendalaman dan lain-lain," ucap dia.

Oleh karena itu, Novel meminta Dewas sadar kembali akan tugasnya. Sekalipun Dewas KPK membantah jika Novel pernah membawa masalah ini ke meja mereka, eks penyidik KPK itu tetap mendesak Tumpak Hatorangan Cs bisa bekerja prosfesional menyikapi masalah ini.

"Saya juga tidak ingin berbantah-bantahan, fakta-faktanya sangat jelas. Jadi, daripada sibuk berdalih-dalih, lebih baik kerja yang benar. Kalau kerja yang benar saja enggak mau, terus mau berantas korupsi dengan cara apa?" kata dia.

Menurut bekas polisi itu, Dewas harus bekerja untuk memastikan KPK bersih dari orang-orang yang tak berintegritas dan memanfaatkan baju lembaga antirasuah untuk meraup keuntungan pribadi. (tan/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Novel Baswedan menilai tidak mungkin AKP Robin atau dikenal Stepanus Robin Pattuju adalah pemain tunggal di KPK.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News