Nunukan-Tarakan Krisis Listrik, Dahlan: Saya Tersiksa

Nunukan-Tarakan Krisis Listrik, Dahlan: Saya Tersiksa
Nunukan-Tarakan Krisis Listrik, Dahlan: Saya Tersiksa

jpnn.com - JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak tinggal diam mendapat banyaknya keluhan mengenai krisis listrik yang terjadi di Nunukan dan Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Ia lantas mencari tahu dengan bertanya pada pimpinan PLN Kalimantan Timur yang membawahi wilayah Kaltara.

Hanya saja, Dahlan sempat merasa kecewa pada pimpinan PLN Kaltim ketika ia tak bisa menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkannya.

"Maka saya bicara agak keras dengan pimpinan PLN Kaltim, terutama karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Mengapa terganggu, di bagian mana terganggu, mengapa lama terganggu, dan sebagainya," ungkap Dahlan di Jakarta, Selasa (5/8).

"Saya termasuk memaklumi terjadinya gangguan, tapi saya tidak bisa menerima kalau tidak ada yang bisa menjelaskan gangguannya karena apa," imbuhnya.

Untuk masalah listrik di Tarakan, mantan dirut PLN ini juga mencari tahu penyebabnya. Setelah menghubungi Dirut PLN Tarakan, dikatakannya ada dua persoalan.

Pertama, gas dari Medco hanya terkirim enam mmcfd, karena salah satu dari dua compressornya rusak. Ia lantas menghubungi Dirut Pertamina untuk meminta bantuan, agar krisis di Tarakan bisa teratasi.

Penyebab kedua, yakni gas yang dijanjikan MKI belum bisa mengalir. Seharusnya, Juni tahun lalu sudah beres lantaran mendapatkan kiriman gas 7 mmcfd. Dahlan pun mencoba menghubungi Dirut PGN.

"Akhirnya saya SMS Hendy, dirut PGN. 'Bung Hendy, minta tolong, Tarakan krisis listrik. Mestinya dapat gas 7 mmcfd dari MKI sejak tahun lalu, tapi sampai sekarang belum dapat. Kabarnya kontraktor sumur gasnya, Pegasol (grup PGN) belum menyelesaikan pekerjaannya," kisahnya.

JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak tinggal diam mendapat banyaknya keluhan mengenai krisis listrik yang terjadi di Nunukan dan Tarakan, Provinsi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News