Oknum Perwira Polisi Tampar Warga

Oknum Perwira Polisi Tampar Warga
Oknum Perwira Polisi Tampar Warga
Setelah oknum itu menampar Hartono, lanjut Jimi, dia bersama rekannya tak terima dengan perlakuan oknum polisi itu. Mereka pun protes dan bertanya kepada oknum tersebut, kenapa rekannya ditampar. "Oknum itu bilang kami semua bikin ribut, sehingga dia merasa terganggu," ungkap Jimi sembari mengatakan bahwa rumah oknum polisi itu, tepat berada di sampaing kantor Visi Advertising.

Usai oknum itu menampar Hartono, oknum itu langsung dijemput istrinya dan langsung pergi dari kantor Visi Advertising. Kemudian Hartono langsung dibawa rekannya ke RS Yos Sudarso. "Rencananya kami langsung meminta petugas RS Yos Sudarso agar Hartono langsung divisum, tapi karena harus ada izin polisi, akhirnya kami langsung mendatangi Propam Polda Sumbar dan melaporklan kejadian itu," ujar Jimi.

 

Faisal, 43, owners Visi Advertising mengaku kaget mengetahui kejadian itu setelah diberi tahu salah seorang karyawannya. "Usai mendapat kabar bahwa Hartono di tampar oknum polisi, saya langsung mendatangi Visi Advertising untuk mengetahui penyebab kejadian itu," ungkapnya.

Dia berharap agar Propam Polda Sumbar memberikan sanksi tegas kepada oknum tersebut. "Saya tidak terima perlakuan oknum itu kepada karyawan saya. Saya berharap agar kasus ini diusut hingga tuntas," harapnya.

PADANG - Belum tuntas proses hukum terhadap kasus penganiayaan wartawan dan warga sipil yang dilakukan oknum Marinir, kasus serupa kembali terjadi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News