Omicron Pecahkan Rekor Harian, Australia Tetap Pilih Ekonomi di Atas Kesehatan

Omicron Pecahkan Rekor Harian, Australia Tetap Pilih Ekonomi di Atas Kesehatan
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Foto Biro Pers Setpres

"Dengan periode Natal dan dengan pekerja rumah sakit yang dirumahkan karena status kontak dekat mereka (dengan penderita COVID) .... kami melihat kondisi ini menyulitkan staf, terutama di bagian-bagian sangat penting di rumah sakit," kata Bonning kepada media ABC Television.

Pada akhir Desember 2021, pemerintah Australia mengubah panduan tentang waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan tes PCR gratis. Pemerintah lalu menyerukan penggunaan tes cepat antigen yang lebih banyak untuk mengurangi tekanan pada layanan pengujian.

Namun, tes cepat antigen kekurangan pasokan alat, dan Morrison mengatakan pemerintah tidak akan menanggung biaya untuk individu yang melakukan tes mandiri yang menurutnya akan menghabiskan 15 dolar Australia (sekitar Rp 155 ribu) untuk sekali tes.

"Kita berada di tahap lain dari pandemi ini sekarang, di mana kita tidak bisa terus menerus menggratiskan semuanya," kata Morrison.

Australia melaporkan delapan kematian akibat COVID pada Senin, sehingga total korban jiwa akibat COVID selama pandemi di negara itu menjadi lebih dari 2.260 orang. (ant/dil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

 

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyampaikan masukan kepada pemerintah bahwa varian Omicron lebih mudah menular tetapi juga lebih ringan gejalanya


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News