Omzet Pedagang Hewan Kurban dan Kiat Obati Serudukan Sapi

Omzet Pedagang Hewan Kurban dan Kiat Obati Serudukan Sapi
Pekerja yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH) Banjarmasin, bersiap mengganti air minum sapi-sapi yang ditanganinya, jelang Iduladha. WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Selain Suhidi, ada pula Hakim. Hakim, bekerja di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH), Banjarmasin. Lelaki yang sudah bekerja selama lebih dari tiga tahun ini juga menuturkan pengalamannya terkait memelihara sapi.

Sembari menambah air minum untuk sapi-sapi di kandang, Hakim mengatakan bahwa para pekerja yang bergelut di dunia hewan berkaki empat dan bertenaga yang cukup besar seperti sapi, tentu pernah mengalami tendangan dan ditanduk.

“Ditendang, atau diseruduk itu sudah biasa. Sebenarnya, ada cara yang dipercaya cukup ampuh kalau mau mengobati,” ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (20/8) siang.

Caranya, sangat sederhana. Yakni dengan mengoles bekas tendangan atau tandukan sapi dengan air liur sapi. Menurut kepercayaan masyarakat atau pekerja di kawasan RPH, hal itu merupakan sebuah kepercayaan yang sudah mendarah daging.

“Boleh percaya, boleh juga tidak. Tapi, bagi saya pribadi yang cukup sering merasakannya, ‘obat tradisional’ itu cukup mujarab,” tuntasnya.

Di RPH Banjarmasin, harga sapi bervariasi. Mulai dari belasan hingga puluhan juta per ekor. Tergantung dengan berat sapi yang dijual. Sebagai contoh, untuk jenis sapi Limosin, dijual dengan harga sekitar Rp 50 juta bahkan lebih. (gmp/war/ay/ran)


Pedagang hewan kurban mendatangkan sapi untuk Iduladha dari Madura, bisa meraup omzet hingga miliaran rupiah.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News