Operasi 'Penyelamatan' Tandan

Operasi 'Penyelamatan' Tandan
TETAP KERJA : Azis Sappe, TKI asal Enrekang yang bekerja sebagai buruh loading sawit saat ditemui di kebun Felda Sahabat Blok 10 kemarin. Foto : Ridlwan/ Jawa Pos
Menurut bapak tiga anak ini pendapatannya lumayan. "Lebih kurang 1200 ringgit per bulan," katanya. Saat ini, kurs  1 ringgit  sekitar Rp 3200.

Dia menolak saat Jawa Pos meminta izin untuk mendatangi istri dan anak-anaknya. "Jangan, saya tak boleh," katanya tanpa merinci alasan.

Dalam keterangan Konjen RI di Sabah  Soepeno Sahid pada Jawa Pos Senin lalu, memang banyak dari keluarga TKI yang juga ikut bekerja di ladang. "Ada banyak jenis pekerjaan yang menghasilkan tambahan uang," kata Soepeno.

Misalnya, memungut biji sawit yang jatuh. Lalu, mencabuti rumput di sekitar pohon, menabur pupuk dan juga membantu proses loading seperti yang kemarin dilakukan Azis.

"Itulah mengapa minat belajar anak-anak TKI masih kurang. Sebab, oleh keluarganya mereka juga membantu bekerja. Lebih menghasilkan," kata Soepeno.      

Sekitar 45 menit, traktor Azis sudah penuh. Dengan berpeluh dia pun minta diri. "Salam buat orang Enrekang ya," katanya lantas tersenyum. (rdl)

SUNGGUH luar biasa dedikasi Azis Sappe, 45, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Felda Sahabat, perkebunan sawit milik BUMN Malaysia


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News