Operator Bus Menjerit: Kami Mohon, Pemerintah Perhatikan Nasib Kami Agar Bisa Hidup

Operator Bus Menjerit: Kami Mohon, Pemerintah Perhatikan Nasib Kami Agar Bisa Hidup
Suasana tempat parkir bus di Terminal Bus Kampung Rambutan Jakarta yang terlihat sepi saat pandemi corona. Foto Ricardo/jpnn.com

Sementara, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menambahkan, khusus sektor pariwisata memang paling menderita selain Angkutan Antarkota Antarpropinsi (AKAP).

Hal ini lantaran banyak masyarakat yang kembali beralih ke kendaraan pribadi selama pandemi corona.

“Banyak pengguna jasa yang kembali menggunakan kendaraan pribadi,” tutur Kurnia.(chi/jpnn)

Jika penambahan waktu cicilan kendaraan tidak diberikan, maka diprediksi 50-75 pesen usaha angkutan Wisata maupun operator bus akan kolaps.


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News