Oposisi Goyang Putin

Oposisi Goyang Putin
Oposisi Goyang Putin
MOSKOW - Kursi Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin digoyang. Gara-gara dianggap tidak becus menyelamatkan negara dari belitan krisis ekonomi global, pemimpin 56 tahun itu dituntut mundur dari jabatannya. Demikian juga pejabat-pejabat pemerintahannya.

Kubu oposisi Rusia dari segenap spektrum politik turun ke jalanan utama Kota Moskow, Saint Petersburg, dan kawasan Timur Jauh kemarin (31/1). Mulai kelompok radikal National Bolshevik Party sampai mantan juara catur dunia Garry Kasparov mendesak pemerintahan Putin bubar. "Krisis ada di kepala para penguasa, bukan di sektor ekonomi!" Demikian bunyi salah satu spanduk yang mereka usung dalam unjuk rasa tersebut.

Di Kota Vladivostok, kawasan Timur Jauh, tidak kurang dari 3.000 anggota dan simpatisan Partai Komunis Rusia menyuarakan tuntutan mereka. Agence France-Presse melaporkan, di kota tersebut, aksi kubu oposisi disaingi kelompok pro-pemerintah. Partai Rusia Bersatu dan sekitar 5.000 pendukungnya mengadakan aksi tandingan sambil mengusung slogan-slogan pro-Putin.

Beruntung, unjuk rasa kali ini berjalan damai. Tidak seperti aksi serupa bulan lalu yang diwarnai bentrok pengunjuk rasa dan aparat. Interfax melaporkan, potensi bentrok muncul di dekat stasiun metro Vykhino, Moskow, saat aktivis National Bolshevik Party berusaha menutup akses jalan. Namun, mereka bubar ketika melihat polisi mendatangi lokasi tersebut.

MOSKOW - Kursi Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin digoyang. Gara-gara dianggap tidak becus menyelamatkan negara dari belitan krisis ekonomi global,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News