Optimalkan Penyuluh Pertanian untuk Mendukung Program Gernas El Nino

Optimalkan Penyuluh Pertanian untuk Mendukung Program Gernas El Nino
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian yang dikemas secara virtual melalui Acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan edisi Talkshow. Foto: Kementan

"Tujuannya agar pertanaman kita tetap segar. Oleh karenanya, harus dilakukan konservasi di wilayah tersebut," kata dia.

Penyuluh Pertanian Pusat, Siti Nurjanah menjelaskan bahwa meningkatnya suhu perairan di Pasifik timur dan tengah mengakibatkan meningkatnya suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya.

"Di Indonesia, El Nino akan berpengaruh pada pendinginan suhu permukaan laut di Indonesia dan sebaliknya," ujar Siti Nurjanah di acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian yang dikemas secara virtual melalui Acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan edisi Talkshow.

Dukungan secara penuh yang diberikan oleh BPPSDMP terhadap program Gernas Penanganan Dampak El Nino, di antaranya melalui upaya peningkatan peran penyuluh pertanian dalam kegiatan pengawalan dan pendampingan pembangunan pertanian yang saat ini difokuskan pada kegiatan pengawalan penanggulangan dampak El Nino di 10 provinsi dan 115 kabupaten.

“Untuk mengantisipasi musim rendeng dimana berdasarkan info BMKG bahwa musim hujan/jadwal tanam akan mundur satu sampai tiga dasarian, sehingga diharapkan penyuluh pertanian dapat mengawal dan memastikan ketersediaan sarana produksi, transfer inovasi teknologi pertanian dan melakukan pendampingan kepada petani untuk memastikan usaha tani yang dilaksanakan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Narasumber lainnya, Reza Oktorio selaku Programmer dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen. TP) mengatakan untuk aplikasi e-reporting, sumber data polygon cpcl berasal dari data BAST salur. Sedangkan polygon SIMLUHTAN berasal dari data kelompok tani yang terdaftar di aplikasi SIMLUHTAN.

“Saat ini Ditjen TP bekerja sama dengan BPPSDMP untuk digitalisasi polygon berdasarkan aplikasi Simluhtan. Hasil dari polygon tersimpan di Simluhtan, sedangkan untuk follow up melalui petugas data di kabupaten atau BPP. Selain itu, Ditjen TP sudah dapat tracking digitalisasi terkait benih salah satunya melalui mutu fisik, patologis dalam bentuk label QR code yang di scan di HP dan langsung terkoneksi ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)," katanya. (rhs/jpnn)


Dukung program Gernas El Nino, Kementan optimalkan penyuluh pertanian di Indonesia.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News