Orang Dengan Skizofrenia, Pernah Tanpa Busana Muter Kampung

Orang Dengan Skizofrenia, Pernah Tanpa Busana Muter Kampung
Para ODS di Rumah Berdaya tetap dan terus berkarya meski dalam keterbatasan. Foto: Sahrul Yunizar/Jawa Pos

Kadek bercerita penuh optimisme. Bahwa ODS bisa sembuh. Keyakinan itu yang membawa dirinya bergabung bersama Rumah Berdaya. Bagi dia, berada di antara ODS adalah yang terbaik.

”Kami bantu yang lain supaya sembuh,” ujar Kadek. Ucapan tersebut dia buktikan dengan mengantar dan menjemput rekan-rekan ODS dari berbagai wilayah di Denpasar ke Rumah Berdaya.

Peran itu dia lakoni dengan penuh tanggung jawab. Setiap pukul 07.00 Wita, Kadek berkeliling menggunakan kendaraan operasional pemberian Pemkot Denpasar.

Begitu pula halnya ketika jarum jam menunjuk pukul 17.00. Dia sudah pasti tengah sibuk di jalanan Denpasar. ”Antar jemput semua,” ucapnya. Kurang lebih setahun dia menjalankan tugas tersebut.

Seperti kebanyakan pemuda seusianya, Kadek sudah lulus kuliah. Dia menuntaskan pendidikan strata satu dan mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Gelar itu kian membuat percaya bahwa setiap ODS bisa seperti dirinya. Rumah Berdaya dianggap jalan paling tepat untuk ODS lain. Sebab, di sana mereka bisa saling berbagi.

Lain dengan Kadek, Saka yang juga senang bermusik belum sepenuhnya pulih. Namun, gangguan kejiwaan yang dia alami tidak tampak sama sekali.

Pria 35 tahun tersebut mampu berkomunikasi dengan baik. Khususnya soal lukisan. Maklum, dia juga gemar melukis.

Orang Dengan Skizofrenia (ODS) terus bergerak bahu-membahu untuk masa depan yang lebih baik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News