Organisasi Guru Mendesak Mas Nadiem Membatalkan Pelaksanaan Asesmen Nasional, Ini Alasannya 

Organisasi Guru Mendesak Mas Nadiem Membatalkan Pelaksanaan Asesmen Nasional, Ini Alasannya 
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membatalkan penyelenggaraan asesmen nasional (AN) selama kondisi masih pandemi Covid-19.

Menurut Kabid Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri, kondisi pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. 

Dampak signifikan pandemi terhadap dunia pendidikan adalah ancaman learning loss, meningkatkan angka putus sekolah jenjang SD seperti di Aceh, Jawa Timur, Maluku Utara, NTB, NTT, dan Papua Barat. 

"PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang sudah 1,5 tahun dilaksanakan masih belum efektif," ujarnya, Sabtu (31/7).

P2G melihat PJJ melahirkan problematika makin besarnya fakta ketimpangan digital. 

Sehingga ada siswa dan guru yang sanggup melaksanakan proses pembelajaran. 

Di sisi lain banyak siswa dan guru yang tak dapat melakukan PJJ. 

Anggota Dewan Pakar P2G Suparno Sastro menambahkan sesuai data Kemendikbudristek sebanyak 20,1 persen siswa dan 22,8 persen guru tak memiliki perangkat TIK seperti gawai, komputer dan laptop selama PJJ.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru atau P2G mendesak pemerintah dalam hal ini Mendikbudristek Nadiem Makarim  membatalkan pelaksanaan asesmen nasional selama pandemi Covid-10. P2G menegaskan ada prioritas yang lebih besar dan mendesak untuk dibenahi ketimban

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News