Ortu Siswa Bergaya Jagoan Menyesal tapi...

Ortu Siswa Bergaya Jagoan Menyesal tapi...
Guru SMKN 2 Makassar, Dasrul, korban pemukulan oleh orang tua murid usai diperiksa sebagai korban di Polsek Tamalate, Rabu, 10 Agustus. Darul mengalami luka di bagian hidung dan pelipis mata. FOTO: YUSRAN/FAJAR/JPNN.com

jpnn.com - MAKASSAR – Pelaku penganiayaan terhadap Dasrul, guru SMK Negeri 2 Makassar, mendapat kecaman dari banyak kalangan.

Adnan Ahmad, tersangka penganiayaan, mengaku menyesal telah memukul guru anaknya itu.

Kendati demikian, ia meminta pula keadilan terkait penganiayaan yang dilakukan guru tersebut terhadap anaknya. 

"Jujur kalau berbicara penyesalan, tentu saya menyesal. Namun, saya ingin keadilan pula. Apalagi anak saya juga jadi korban. Saya jujur butuh keadilan," ujar dia yang mengenakan celana pendek ditemui di balik jeruji Polsek Tamalate.

Dia menceritakan, penganiayaan yang dilakukannya terhadap guru tersebut adalah spontanitas. 

Apalagi,  saat ia berada di sekolah anaknya itu, ia bermaksud menemui wakil kepala sekolah di ruangannya untuk mempertanyakan penganiayaan yang dilakukan guru tersebut. 

Namun, wakil kepala sekolah tidak berada di ruangannya. Kebetulan, kata dia, saat bermaksud  menuju ke ruangan kepala sekolah, ia berpapasan dengan Dasrul di koridor sekolah. 

"Saat ketemu itulah, saya tanyakan, mengapa memukul anak saya, namun guru itu hanya menjawab dengan kata kenapa,"jelasnya.

MAKASSAR – Pelaku penganiayaan terhadap Dasrul, guru SMK Negeri 2 Makassar, mendapat kecaman dari banyak kalangan. Adnan Ahmad, tersangka penganiayaan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News