OSO: Kesenjangan Pembangunan Usik Nasionalisme

OSO: Kesenjangan Pembangunan Usik Nasionalisme
Wakil Ketua MPR Oso memberikan ucapan selamat kepada anggota MPR yang baru dilantik Erwin Tobing. Erwin merupakan mantan Kapolda Kalbar yang dilantik menggantikan Karolin Margret Natasha. Foto: Boy/JPNN

Karenanya, OSO mengingatkan dalam menjalankan politik harus secara konstitusional dan moral.

"Karena harus berpolitik kebangsaan. Kita boleh berbeda dari asal daerahnya, asal fraksinya tapi ketua di MPR tujuannya satu yakni Indonesia yang dicita-citakan," kata OSO.

Menurut OSO, pembangunan zaman dulu yang hanya berpusat di Jawa dan Jakarta menyebabkan kesenjangan luar biasa.

Akibatnya, lanjut OSO, nasionalisme sebagian masyarakat terusik.

Namun, saat ini, pembangunan yang tersentral di Jakarta dan Jawa sudah tidak ada lagi.

Contohnya pembangunan perbatasan di Kalbar yang makin baik.

Di Papua, harga semen dan bahan bakar minyak sudah sangat murah. Harga minyak yang dulu Rp 80 ribu sudah sama seperti di Jakarta, yakni Rp 8 ribu per liter.

"Tugas politik kebangsaan dalam menghilangkan kesenjangan sudah tidak seberat dulu," paparnya. (boy/jpnn)


Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta Odang melantik dua anggota MPR pergantian antarwaktu (PAW) periode 2014-2019.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News