Pak Harto

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Pak Harto
Pembacaan Al-Qur'an dan doa dalam acara peringatan 100 tahun Soeharto di Mesjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (8/6). Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com - Haul ke-100 Pak Harto diperingati sederhana di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (8/6).

Tepat 100 tahun yang lalu Soeharto lahir di Desa Kemusuk, Jogjakarta. Dari desa kecil yang miskin itu Soeharto menciptakan sejarah.

Masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpinnya selama 32 tahun berhasil mengangkat ekonomi Indonesia.

Soeharto fokus pada pembangunan ekonomi, dan menjadikannya sebagai panglima. Urusan demokrasi menjadi telantar semasa Soeharto.

Parpol-parpol dibubarkan, dikebiri, lalu dipaksa melakukan kawin paksa melalui fusi pada 1970-an.

Partai-partai berbasis nasionalis demerger jadi satu menjadi PDI (Partai Perjuangan Indonesia). Partai-partai berbasis Islam dikumpulkan jadi satu menjadi PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Tiap orang ada zamannya, dan tiap zaman ada orangnya. Bung Karno dan Pak Harto adalah dua tokoh yang punya zamannya sendiri.

Keduanya tidak bisa diperbandingkan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tata krama Jawa mengajarkan "mikul duwur mendhem jero", menghormati semua capaian positif, dan mengubur semua aib.

Masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpinnya selama 32 tahun berhasil mengangkat ekonomi Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News