Pakai APTB, Kalideres-Cikarang Cuma 90 Menit

Pakai APTB, Kalideres-Cikarang Cuma 90 Menit
Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Getty Images

jpnn.com - DORONGAN Pemprov mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan umum terus digalakkan. Setelah 12 trayek Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) beroperasi lebih dulu, Jumat (24/1), pemprov kembali membuka trayek ke-13 jurusan Cikarang-Kalideres.

Peluncura n yang dilangsungkan di Shelter Busway Slipi, Petamburan, Jakarta Pusat itu dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Pada prosesi peluncuran 10 unit APTB yang akan terintegrasi dengan jalur Koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) dan Koridor 3 TransJakarta (Harmoni-Kalideres) itu, Jokowi berpesan agar masyarakat mulai meninggalkan mobil dan beralih ke transportasi masal. “Penambahan armada APTB ini supaya masyarakat semakin banyak pilihan,” kata Jokowi usai peresmian, Jumat (24/1).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono yang turut hadir dalam peluncuran APTB yang memiliki panjang lintasan 58 kilometer ini merupakan peningkatan kualitas layanan dari trayek eksisting AC125 Cikarang-Kalideres dengan operator PT Mayasari Bakti.

Trayek APTB 14 ini akan melewati halte busway sepanjang Cawang, Jl. MT Haryono, Jl. Gatot Subroto, Jl. S Parman, dan Jl. Daan Mogot. “Sementara ini armada yang disiapkan masih 10 bus, spesifikasinya sama dengan bus yang dipakai oleh Transjakarta Busway, yaitu bus besar dengan kapasitas 85 penumpang high deck, dan berbahan bakar solar,” terangnya.

Untuk tarif tiket, lanjut Pristono, berlaku sama dengan trayek APTB lainnya. Sebesar Rp 5.000 untuk penumpang yang naik melalui koridor busway, dan Rp 15.000 untuk penumpang dari Cikarang-Kalideres. Beroperasi selama 17 jam, mulai pukul 05.00-22.00. Diprediksi bisa melayani sekitar 6.743 penumpang/ hari.

“Dengan APTB ini waktu tempuh antara Cikarang dengan Kalideres semakin singkat, dengan kecepatan rata-rata 38 km/jam, dalam waktu 90 menit bisa sampai tujuan,” paparnya.

Pristono menjelaskan, implementasi Sistem Direct Service pada pengoperasian APTB ini salah satu upaya sistemik untuk mengurai dan menekan tingkat kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta. Dimana rute-rute APTB diberikan hak istimewa (privilege) masuk ke lajur busway Trans Jakarta.

Selain itu, lanjut Pristono, lajur non busway nantinya akan berfungsi dengan optimal sesuai kapasitasnya, karena hambatan lalu lintas berkurang akibat berpindahnya angkutan reguler yang menjadi APTB ke lajur busway.

DORONGAN Pemprov mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan umum terus digalakkan. Setelah 12 trayek Angkutan Perbatasan Terintegrasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News