Selasa, 23 Juli 2019 – 22:36 WIB

Pakai Ritual Adat, Warga Janji Sayangi Satwa

Senin, 13 November 2017 – 15:06 WIB
 Pakai Ritual Adat, Warga Janji Sayangi Satwa - JPNN.COM

jpnn.com, TIMIKA - Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan kerja di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan unit kerjanya menembus hingga ke pelosok Nusantara.

Skip Adv

Tidak hanya menjaga kekayaan alam, namun juga kekayaan makhluk hidup lainnya, seperti satwa liar. Bertempat di Mile Point 21 Departemen Enviromental – PT Freeport Indonesia, pihak Departemen Enviro dilaporkan telah menyerahkan kembali satwa liar yang dititip rawatkan oleh pihak KSDA-SKW II Timika.

Selanjutnya satwa liar berupa kura-kura ini diserahkan kepada pihak Taman Nasional Lorentz-SPTN I Timika, untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya yaitu di kawasan TN Lorentz.

Adapun satwa liar tersebut terdiri dari 129 kura kura moncong babi (carettochelys insculpta), tiga ekor kura kura dada merah (emydura subglobosa), dan satu ekor kura kura dada putih (elseya banderhorstii).

Adapun lokasi pelepasliaran tersebut yaitu di Kampung Nakai. Secara administratif, Kampung Nakai masuk dalam wilayah Kabupaten Asmat, dan salah satu kampung yang berada dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang menjadi wilayah kerja dari SPTN I Timika.

Dalam informasi yang disampaikan Polisi Kehutanan SPTN I Timika Taman Nasional Lorentz, Rudy Masach, adapun para pihak yg terlibat dalam pelaksanaan pelepasan satwa ini adalah BBKSDA Papua-SKW II Timika, BTN Lorentz-SPTN I Timika, PT Freeport Indonesia-Departemen Enviromental, Lestari Lorentz Lowlands dan Komunitas Pencinta Satwa-PANIC.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 7-8 November 2017 lalu dengan menggunakan 3 speed boat dan menempuh waktu kurang lebih 5-6 jam perjalanan menuju Kampung Nakai.

Kedatangan tim repatriasi disambut baik oleh masyarakat dan tokoh masyarakat kampung Nakai. Sungai Topap wilayah kampung Nakai dipilih menjadi tempat pelepasan satwa liar, diawali ritual adat oleh Titus, salah satu tokoh masyarakat kampung Nakai.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar