Pakar: Perlu Mengedukasi Masyarakat untuk Menghindari Hoaks

Pakar: Perlu Mengedukasi Masyarakat untuk Menghindari Hoaks
Guru Besar Psikologi Politik Hamdi Muluk (kanan) saat Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI” di Media Center, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (5/10). Foto: JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pakar Psikologi Politik Prof. Hamdi Muluk mengatakan bila masyarakat ingin berpolitik dengan wawasan yang maju dan hasil yang maksimal maka semua harus mengedepankan adu gagasan dengan basis pada data dan fakta.

“Hal demikian akan membawa masyarakat dan bangsa kepada hal yang lebih baik,” ujar Hamdi Muluk saat menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Ancaman Hoaks dan Keutuhan NKRI” yang digelar di Media Center, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (5/10).

Pembicara lain dalam diskusi ini adalah Anggota MPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon dan Anggota MPR RI dari Fraksi PDIP Komaruddin Watubun.

Dengan menggunakan data dan fakta, menurut Hamdi akan menjauhkan bangsa ini dari godaan informasi yang tak berbasis pada data dan fakta. “Hoaks itu sesuatu yang tak ada data dan faktanya,” paparnya.

“Hoaks juga disebut sebagai informasi kabar burung,” tambah guru besar UI itu.

Menurutnya, masalah hoaks perlu diseriusi dan dicegah. Sebab dampak dari berita yang tak berdata dan berfakta itu bisa memicu kerusuhan sosial.

Hamdi menceritakan, kerusuhan yang terjadi di negara Rwanda yang menyebabkan disintegrasi bangsa dikarenakan hoaks yang disebarkan oleh media. “Jadi jelas, hoaks bisa menimbulkan perpecahan dan konflik,” tuturnya.

Untuk itu pakar yang sering mengisi diskusi di parlemen itu mengajak semua untuk mendorong masyarakat dalam mengolah informasi harus berbasis data, fakta, dan ilmu pengetahuan. Diakui memang ada sebagian masyarakat yang suka dengan gosip.

Dengan menggunakan data dan fakta, menurut Hamdi akan menjauhkan bangsa ini dari godaan informasi yang tak berbasis pada data dan fakta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News