Palestina Butuh Rp 2,1 T untuk Melawan Corona, di Mana Para Donatur?

Palestina Butuh Rp 2,1 T untuk Melawan Corona, di Mana Para Donatur?
Bendera Palestina. Foto: Haaretz

jpnn.com, RAMALLAH - Di tengah wabah virus corona, Palestina justru ditinggal negara-negara donaturnya. Padahal, negara yang dilanda konflik berkepanjangan tersebut membutuhkan dana USD 137 juta (Rp 2,1 triliun) untuk pengendalian wabah.

Pemerintah Palestina pada Kamis (9/4) menyerukan kepada negara-negara donatur agar mendukung rencana respons daruratnya dalam memerangi pandemi virus corona.

Dalam rapat telekonferensi, Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye memberi arahan kepada para duta besar dan perwakilan diplomatik untuk Palestina terkait rencana respons darurat pemerintah maupun perkiraan kerugian ekonomi akibat pandemi.

"Konsekuensi ekonomi dan sosial dari pandemi ini menjadi tantangan bagi semua negara di dunia. Namun di Palestina, kami menghadapi kondisi luar biasa yang disebabkan oleh pendudukan dan kedaulatan terbatas atas wilayah dan perbatasan kami," ujar Ishtaye, menurut pernyataan pers dari kantornya.

"Pemerintah memprediksi kerugian total mencapai kurang lebih 3,8 miliar dolar AS bagi perekonomian Palestina, yang akan menyerang berbagai sektor," lanjut Ishtaye.

Pemerintah Palestina mengalami kesulitan finansial selama lebih dari dua tahun, dan akibat pandemi COVID-19, defisit anggaran Palestina diperkirakan akan meningkat hingga 1,4 miliar dolar AS dan pendapatan menurun lebih dari 50 persen.

Pada Rabu (8/4), Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan Ishtaye untuk menetapkan anggaran darurat, yang meminimalkan pengeluaran publik dan fokus pada krisis virus corona. (xinhua/ant/dil/jpnn)

Di tengah wabah virus corona, Palestina justru ditinggal negara-negara donaturnya. Padahal, negara yang dilanda konflik berkepanjangan tersebut membutuhkan dana USD 137 juta


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Xinhua

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News