PALU

PALU
Dahlan Iskan di sebuah gym di Los Angeles, Amerika Serikat. Foto: disway

jpnn.com, JAKARTA - AKHIRNYA saya dapat sambungan telepon ke Palu. Ke pemilik hotel Roa Roa. Yang hancur akibat gempa. Pak Denny Lim.

Pukul 11.50 kemarin pak Denny sibuk. Cari alat berat. Tapi masih bisa melayani telepon saya. Ada info baru. Beberapa menit sebelum menerima telepon dari saya itu: ditemukan ada penghuni hotel yang hidup.

Tapi masih di bawah reruntuhan hotel. Tahunya dari SMS. Yang dikirim penghuni hotel itu. Mengaku dari kamar 317. Bersama istrinya. Pejabat PLN dari Makassar.

Berarti 2,5 hari orang itu berada di bawah reruntuhan. Entah mengapa baru kirim SMS pukul 10 an pagi hari Senin kemarin. Kepada anaknya. Lalu anaknya info ke Kompas TV. Pingsan? Baru sadar? HP-nya masih belum lowbatt?

PALU

Itu tidak penting. Yang penting segeralah bertindak. Tapi alat berat amat sedikit di Palu. mobilisasinya juga tidak mudah. Banyak jalan hancur akibat gempa.

Hotel Roa Roa tergolong baru. Sekitar tiga tahun. Salah satu yang terbaik di Palu. Bintang tiga. Delapan lantai.

Roa Roa adalah bahasa Kaili. Artinya: teman-teman.

Sebagai pemilik hotel, fokus Danny mengerahkan alat berat. Ia sendiri sedang di Surabaya saat gempa. Meski lahir di Palu, Danny sudah tinggal di Surabaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News