Panas! Partai Demokrat Bahas Pemakzulan Presiden

Washington Post menyebut Trump tak lagi bertaji. Orang-orang yang dipilih untuk duduk di pemerintahan pun tidak lagi kompak mendukungnya.
’’Gedung Putih gagal memengaruhi FBI. Mereka tidak bisa membuat FBI mengabaikan laporan media seperti yang selama ini dilakukan presiden dan para pejabatnya,’’ terang Washington Post.
Bocornya banyak informasi rahasia, baik yang berbau intelijen maupun tidak, juga menjadi bukti kekacauan pemerintahan Trump.
Apalagi, sampai sekarang, pembentukan kabinet belum kunjung usai.
Desakan agar Demokrat segera menggulirkan mosi tidak percaya dan memantik pemakzulan Trump semakin kuat belakangan.
Dalam 30 hari pertama masa jabatannya, media mencatat sekitar 80 kesalahan yang dilakukan Trump.
Termasuk blunder tentang Swedia dan berbagai komentar ngawur yang dia tuangkan lewat Twitter. Sayang, potensi pelanggaran lain yang lebih kuat tak bisa ditembus.
Saat Trump terpilih sebagai presiden lewat pemilu November lalu, isu pajak mendominasi pemberitaan media. Publik berharap taipan 70 tahun itu memublikasikan pajaknya.
Thomas Edward ’’Tom’’ Perez resmi menjadi pemimpin baru Komite Nasional Partai Demokrat atau Democratic National Committee
- Yakinlah, Ada Peluang untuk Indonesia di Balik Kebijakan Tarif Donald Trump
- 'Indonesia First’ demi RI yang Berdikari di Tengah Gejolak Dunia
- Gubernur Lemhannas Sebut Kebijakan Tarif Resiprokal Trump Momentum Perkuat Ketahanan Ekonomi
- Pemerintah Klaim Utamakan Kepentingan Nasional dalam Negosiasi Dagang dengan AS
- Menko Airlangga Temui Menkeu AS, Bahas Tindak Lanjut Tarif Resiprokal Trump
- Merespons Kebijakan Dagang Trump, Syahganda Nainggolan: Sikap Independen Indonesia Sudah Tepat