Minggu, 24 September 2017 – 13:52 WIB

Panca Indera, Biro Penyelidik Swasta Spesialis Perselingkuhan

Selasa, 04 Januari 2011 – 07:54 WIB
Panca Indera, Biro Penyelidik Swasta Spesialis Perselingkuhan - JPNN.COM

Detektif Selingkuh : Wiryono Sudianto , pendiri dan pemilik biro penyelidik swasta Panca Indera saat investigasi di sebuah cafe kawasan Pejompongan Jakarta Pusat, 30/12. Foto : Ridlwan/ Jawa Pos

Jasa layanan privat investigator (detektif swasta) di Indonesia semakin diminati. Kliennya beragam, tak hanya perusahaan-perusahaan besar tapi juga tante tante muda dan ibu-ibu pejabat. Sasarannya : suaminya sendiri. Banyak cerita unik dibalik pekerjaan sebagai mata-mata asmara ini.
----------------------------------
Ridlwan Habib, Jakarta
---------------------------------
Jarum jam  dinding Bengawan Solo cafe yang terletak di pinggir jalan Pejompongan, Jakarta Pusat menunjukkan pukul 21 malam. Seorang lelaki berjaket kulit terlihat resah. Berulangkali pria paruh baya yang meminum kopi itu melihat ke arah jendela.

Lima belas menit kemudian, sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam mendekat. Dari dalam mobil, turun seorang wanita berambut panjang dan berwajah oriental. Tangannya menjinjing tas mungil. Gadis bercelana hot pants tapi berjaket tebal itu juga celingak-celinguk.

Si lelaki bangkit dari tempat duduknya, lalu bergegas keluar. Tanpa banyak bicara, gadis itu digandeng lalu dibawa masuk ke mobilnya, Toyota Harrier warna putih. Mobil Pajero lalu berlalu lebih dulu sembari mengedipkan lampu.

"Itu salah satu cara agar tidak diikuti, jadi yang jemput orang lain, tapi suruhannya," kata CJ Ryon, pimpinan sekaligus pendiri biro penyelidik swasta Panca Indera pada Jawa Pos yang ikut "mengintai" bersama di sudut caf . Malam itu (30/12/2010), Ryon panggilan akrabnya sengaja mengajak Jawa Pos dalam salah satu sesi dinas rutinnya.

Penampilan Ryon tampak rapi. Sebuah ht (handy talky) terselip di pinggangnya. Semua tingkah laku laki-laki "Harrier" dan gadis "Pajero" direkamnya dengan sebuah kamera khusus berbentuk seperti handphone.

"Ya, begini ini salah satu bentuk kerja saya," katanya. Ryon sudah malang melintang di dunia investigasi swasta sejak  14 tahun yang lalu.  Pada tahun 1997, menjelang krisis moneter, dia mendirikan Panca Indera (www.pancaindera.com) dan eksis sampai sekarang.

Panca Indera adalah kumpulan orang orang dengan skill khusus. "Jumlah anggotanya tak perlu saya sebutkan. Yang jelas mereka punya keahlian masing-masing. Kalau Anda suka film, mungkin bisa diibaratkan The A-Team," katanya.

Klien Panca Indera dalam dunia investigasi sederet, mulai perusahaan asing, perusahaan dalam negeri, instansi pemerintah. "Tapi, memang paling banyak yang kami tangani perselingkuhan. Jadi ya bisa disebut kami ini spesialisnya di urusan cinta lah," katanya lalu tertawa.

Mahal nggak ? "Urusan biayanya itu relatif. Kita tidak mematok harga baku," katanya. Di luar negeri, profesi seperti Ryon dihargai 50- 100 USD per jam. "Itu real. Kalau saya operasi di-hire (disewa) oleh klien asing, tarif saya segitu," katanya.

Namun, untuk klien ibu-ibu, dia lebih fleksibel. "Biasanya mereka kontak kami, lalu ketemu dulu. Dijelaskan semua apa latar belakang masalahnya, kalau klien percaya 100 persen pada kami, baru bicara soal proyek," katanya.

Jasa PI (Panca Indera) tak hanya untuk mereka yang sudah menikah. "Kita juga ada pelayanan investigasi pra nikah. Misalnya, menyelidiki calon suami atau calon istri. Biasanya yang order calon mertuanya," katanya. Selain itu, Ryon  juga melayani  suami yang ingin tahu perilaku istrinya di luar rumah. "Selama beberapa bulan ini, order untuk selidiki yang wanita cukup banyak," tambahnya.

Jika sudah deal, maka ditentukan waktu operasinya. "Biasanya klien sudah punya patokan. Misalnya saat sang suami ke luar kota atau ke luar negeri," katanya. Ryon hanya mengerjakan satu kasus dalam satu waktu. "Pantang bagi kami kerja double. Itu membuat pekerjaan tidak fokus dan justru hasilnya nggak maksimal," katanya.

Setelah kontrak jelas dengan klien disepakati, misalnya ke Bali selama lima hari, maka Ryon akan membuat estimasi budgetnya. "Semuanya bayar full di muka," tambahnya. Selama masa pengintaian, klien bebas telpon kapan saja. "Di tempat lain tidak bisa, mereka tak mau dihubungi sebelum job selesai," tambahnya.

Peralatan yang digunakan Panca Indera sangat lengkap. Mulai kamera jarak jauh yang bisa memotret dengan jelas dalam jarak 2000 meter (2 km), perekam rahasia, pelacak gps, dan penyadap. 

Ryon juga selalu menenteng ponsel andalannya Sonim XP3 yang tahan dibanting, tahan dilempar, bahkan dilindas mobil sekalipun. "Saya butuh hp yang bisa seperti ini," katanya sembari melempar ponselnya ke dinding cafe. Setelah itu Ryon bangkit dan menginjak-injak Sonim kesayangannya.

Alat harus oke, karena medan pengintaian kadang tak terduga. "Mulai hotel bintang lima sampai pasar jongkok. Jadi di mobil saya ada beragam kostum, jas sampai kostum belel pengemis," kata bapak satu anak ini. Bukti yang diinginkan klien untuk kasus perselingkuhan biasanya foto dan video. "Bukti yang kami dapatkan hanya untuk konsumsi klien, tidak bisa digunakan di pengadilan, sebab di Indonesia undang-undang untuk privat investigator belum ada," katanya.

Beragam pengalaman tidak enak dialami Ryon dalam karir selidik menyelidiknya. "Saya pernah dapat order dari bu XXX (disamarkan, red). Ini kan pengusaha kakap. Jobnya lima hari saya ikuti, eh, ternyata selama itu dia jadi anak baik," katanya. Anak baik artinya si suami yang bisnisman nomer wahid Indonesia itu tak berbuat aneh-aneh. "Hanya makan malam dengan klien, bahkan malam hari pun nggak keluar hotel dan juga tidak ada tamu," katanya. Ryon tahu karena dia booking kamar pas di sebelahnya. Akibatnya, si istri marah besar pada Ryon.

"Kamu ini sudah saya bayar mahal, kok nggak ada hasilnya," katanya menirukan omelan ibu pengusaha itu. Setelah dijelaskan secara gamblang, akhirnya klien itu bisa faham. "Dia justru meminta maaf," katanya.  

Pria bernama asli Wiryono Sudianto itu mengaku selalu berpegang pada kode etik. "Kami dilarang menjebak, dan juga dilarang keras bermain double agent," katanya. Doubel agent artinya, setelah mendapat bukti, si detektif merayu target agar 86. "Jadi dia dapat dua-duanya, dari istri dapat, suami dapat, ini bagi saya memalukan profesi ini," katanya.

Setelah bukti disetor ke klien, memang reaksinya beragam. "Ada yang suaminya sampai sujud-sujud menyembah kaki istrinya di depan saya minta maaf," katanya. Eh, tiga bulan kemudian. "Saya diorder lagi karena suaminya selingkuh lagi," tambahnya.

Ada juga yang meminta lebih dari sekedar video atau foto. Tapi, motif perselingkuhannya. "Kalau ceweknya bispak (bisa pakai, wanita panggilan,red) itu mudah. Kita bayar saja, dia akan cerita," katanya. Tapi, kalau selingkuhan si target bukan cewek sembarangan, perlu pendekatan lain. "Nah, ini biasanya saya libatkan istri saya. Sesama wanita bisa lebih mudah melakukan pendekatan psikologis," katanya. Rata-rata alasan selingkuh menurut investigasi Ryon adalah urusan ranjang. "Mereka tidak puas karena istrinya sibuk atau dingin di ranjang," katanya.

Profesi Ryon juga menuntut presisi dan timing yang tepat. Jika salah bergerak, resikonya bogem mentah. "Saya pernah dikeroyok bodyguardnya. Ternyata info klien tidak lengkap, target yang saya ikuti punya bodyguard," katanya. Ryon juga pernah dikejar-kejar ajudan seorang pejabat yang membawa pistol. "Ini orang penting di sebuah instansi," katanya menolak menyebut institusi itu.

Selain order dalam negeri, Ryon juga kerap dikontak oleh teman-temannya sesame private investigator dari luar negeri. "Misalnya begini, ada target operasi mereka yang terbang dari Belanda ke Indonesia. Nah, daripada diikuti sendiri, dia lemparkan ke saya, hasilnya kita bagi," kata pria yang pernah menyamar jadi striper di Thailand dan bartender di Manila itu.

Di Indonesia, profesi seperti dirinya bergerak di bawah tanah. Biasanya berdasarkan referensi. "Ada juga yang kantornya di BEJ dan di kawasan fatmawati. Yang di BEJ ownernya orang Polandia, yang di Fatmawati orang Inggris," kata anggota komunitas hacker internasional itu.

Bagaimana dengan keluarga ? "Wah, keluarga saya sangat happy dengan profesi ini. Saya kerja, mereka bisa ikut berlibur. Tentu biaya liburannya saya tanggung sendiri," katanya. Bagi pria 40 tahun ini, profesi investigator juga merupakan tugas mulia. "Bagi saya itu ibadah. Saya sangat bersyukur kalau klien saya bisa menemukan solusi masalahnya,"katanya.  (*)

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini