Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan, Saifullah Tamliha: Bentuk Koreksi Total dari Era Reformasi

Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan, Saifullah Tamliha: Bentuk Koreksi Total dari Era Reformasi
Anggota Fraksi PPP MPR Saifullah Tamliha saatjadi pembicara ‘Diskusi Empat Pilar MPR’ bertema “Membentuk Karakter Bangsa: Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan?' di Media Center Parlemen, Jakarta, Senin (13/7). Foto: Humas MPR

Saifullah Tamliha menegaskan warga negara harus memiliki roh kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, dirinya menyebut sangat baik apabila anak-anak sekolah diberi materi ideologi kebangsaan.

“Anak saya tiga, semuanya lahir di masa reformasi,” ucapnya.

Kehampaan materi ideologi di sekolah perlu diisi. Memberi materi Pancasila sejak kecil dikatakan sangat penting sebab pada masa itu materinya mudah masuk ke dalam jiwa anak bangsa.

“Jadi Pancasila perlu masuk dunia pendidikan,” tuturnya.

“Masuknya Pancasila dalam dunia pendidikan merupakan koreksi total dari era reformasi,” tambahnya.

Saat ini sosialisasi Pancasila dilakukan oleh MPR dan BPIP. Bila mengandalkan dua lembaga negara tersebut, menurut Saifullah Tamliha tidak cukup.

Perlu tokoh lain yang melakukan hal serupa. “Siapa tokoh lain yang perlu melakukan sosialisasi?’ tanyanya. Jawaban itu dijawab sendiri oleh Saifullah Tamliha dengan menyebut, “guru”.

Ia yakin bila nilai-nilai Pancasila hidup dalam benak masyarakat Indonesia, akan membuat Indonesia maju. “Juga tidak akan ada koruptor,” tegasnya.

Anggota MPR RI Fraksi PPP Saifullah Tamliha mengatakan masukanya Pancasila dalam dunia pendidikan merupakan koreksi total dari era reformasi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News