Panen Padi di Pasaman Barat Naik Terus

Panen Padi di Pasaman Barat Naik Terus
Sekolah lapang dari program IPDMIP di Pasaman Barat membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Foto: Humas Kementan

Kelompok Taninya, kata dia, mendapat banyak ilmu pertanian dari para penyuluh yang notabene garda terdepan dalam menyampaikan program-program IPDMIP.

"Sebelum ada (IPDMIP), kami tertinggal dari yang lain," ungkap Afrizal.

Arizal mencontohkan lewat sekolah lapang, bagian dari item IPDMIP, anggota petaninya diberikan penyuluhan tentang bagaimana pengendalian hama tikus yang menjadi hambatan utama petani di daerahnya.

"Kami diberikan bantuan racun tikus, di samping ilmu pengendalian hama," kata dia sembari menambahkan kalau pihaknya juga dilatih penggunaan alat sensor pengukur kelembapan tanah sekaligus mengukur kondisi areal sawah.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat Saridin menambahkan kalau sensor tersebut nantinya mengirimkan notifikasi kepada handphone. Aplikasi ini sangat berguna dalam memudahkan petani.

"Mereka bisa mengontrol pemupukan, pengontrolan air, menyusun kebutuhan air. Ini adalah bentuk komitmen kami dan Kementan dalam memajukan pertanian di era digital," ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan pertanian harus diarahkan kepada bisnis. Artinya tidak sekadar mencukupi pangan sendiri.

"Pertanian harus mengahasilkan uang. Ini yang menjadi salah satu core dari IPDMIP, menguatkan kapasitas dan SDM petani maupun penyuluh melalui berbagai program," ujar Dedi.

Dalam dua tahun ini, panen padi para petani di Nagari Talu, Talamao, Pasaraman Barat, melonjak drastis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News