Panglima TNI Sampaikan Rasa Bangga Atas Dedikasi Nakes dan Nonkesehatan

Panglima TNI Sampaikan Rasa Bangga Atas Dedikasi Nakes dan Nonkesehatan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kanan) meninjau Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (17/8/2021) malam. Foto: Puspen TNI

Panglima TNI menjelaskan puncak kasus terkonfirmasi terjadi pada 15 Juli 2021, sebanyak 56.757 dan pada 16 Agustus kemarin sudah turun menjadi 17.384.

Sementara kasus terkonfirmasi di DKI pada 12 Juli 2021 sebanyak 14.622, dan pada 16 Agustus 2021 melandai di angka 513.

Untuk RSDC Wisma Atlet puncaknya terjadi pada 30 Juli, merawat 7.167 dan BOR-nya 97%. Saat ini RSDC sedang merawat 1.503 dan tercatat BOR-nya 19,04%.

Kalau dilihat dari data yang ada, puncak dari data 15 Juli 2021, puncak nasional sebanyak 56.757 dan di DKI puncaknya pada 12 Juli yaitu 14.622. Dan saat ini kasus konfirmasi sudah turun menjadi 84 dan masuk Level 3.

Sedangkan tracing masih berada di 6.37. Artinya rasionya setiap 1 kasus konfirmasi, kita mampu melaksanakan tracing kontak erat adalah rata-rata 6 orang.

Kalau dilihat BOR-nya itu memang turun drastis 31.18%. Artinya adalah terjadinya peningkatan kasus kesembuhan dan angka kematian juga turun menjadi 2,37%. Yang perlu diwaspadai adalah positivity rate masih di angka 15,95%, masih di atas 15 yang statusnya masih terbatas.

“Dari semua yang kita lihat ini adalah bagian dari upaya dan kerja keras para Nakes dan non kesehatan, prajurit TNI dan Polri, BNPB, Pemda dan Ormas. Itu bentuk bakti bagi negeri dan seluruh rakyat Indonesia selama pandemi Covid-19,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengingatkan kepada Nakes dan non-kesehatan, prajurit TNI dan Polri, relawan, Kemenkes, dan Pemda bahwa perang melawan Covid-19 belum usai.

Panglima TNI menyampaikan kebanggaan dan kebahagiaan itu adalah berkat dedikasi rela berkorban dari para Tenaga Kesehatan (Nakes) maupun non-kesehatan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News