Para Kepsek Membuat Survei soal PTM, Hasilnya Mencengangkan

Para Kepsek Membuat Survei soal PTM, Hasilnya Mencengangkan
Pembelajaran Tatap Muka atau PTM Terbatas menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

Menurut dia, 100 persen orang tua di daerahnya mendukung PTM. Apalagi sekolah yang dipimpinnya berada di zona hijau.

Karena ada larangan PTM di sekolah oleh kepala daerah, Sem Wokas memberlakukan PTM berkelompok di tahun ajaran baru ini.

Pengelompokan dilakukan terhadap Kelas VII, VIII, dan IX yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 3 sampai 5 siswa.

"Dibikin PTM berkelompok karena permintaan orang tua untuk PTM. Makanya setiap hari guru-guru mendatangi kelompok siswa untuk memberikan materi selama 40 menit," ucapnya.

Kepala SD Negeri 001 Binamang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Zainal Abidin juga menetapkan PTM di tahun ajaran baru 2021/2022.

Sebab, sesuai survei ada 99 persen orang tua murid mendukung PTM karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk PJJ.

"Siswa kami mayoritas dari kalangan tidak mampu. Kalau dipaksakan PJJ, ada banyak siswa yang tidak bisa sekolah karena tidak ada ponsel," kata Zainal.

Dia menyebutkan, jumlah siswanya ada 120 orang dengan pengajar 15 guru. Pengaturannya, Zainal membagi setiap kelas maksimal jumlahnya 16 sampai 18 orang siswa.

Sejumlah kepala sekolah melakukan survei mandiri terhadap orang tua murid untuk melihat respons terkait PTM.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News