Parpol Kesulitan Cari 'Lawan Sepadan' SBY

Parpol Kesulitan Cari 'Lawan Sepadan' SBY
Parpol Kesulitan Cari 'Lawan Sepadan' SBY
Namun dia tetap mengingatkan SBY dan Partai Demokrat untuk sesegera mungkin menggalang koalisi permanen dengan partai lain, sebelum munculnya kesadaran kolektif dari Golkar dan PDIP yang hingga kini masih menjagokan kader yang tidak sepadan dengan SBY.

Khusus untuk kader Partai Demokrat, Firmanzah menekankan agar seluruh kadernya bekerja secara ekstra untuk meraih minimal 20 persen suara rakyat pemilih. “Jika tidak bisa dicapai, maka di sinilah kekalahan awal SBY karena pintu untuk ikut Pilpres bagi SBY mulai bergerak tertutup, dan ini merupakan langkah awal kemenangan bagi partai-partai besar,” katanya.

Di tempat terpisah, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto mengemukakan pendapat yang sama. “Hingga hari ini, memang belum kelihatan kesadaran kolektif dari parpol besar untuk mengajukan capresnya yang dinilai pantas menandingi SBY,” ungkapnya.

"Jika kesadaran kolektif ini tak kunjung bangkit, besar kemungkinan masyarakat yang semula masih belum puas terhadap kinerja SBY dan berharap akan adanya pilihan alternatif di luar SBY, akan kembali menjatuhkan pilihannya kepada SBY," imbuh Bima.

JAKARTA - Pengamat Marketing Politik dari Universitas Indonesia, Firmanzah, menegaskan bahwa kalangan elit partai politik (parpol) peserta Pilpres

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News