JPNN.com

Pascaledakan Bom Bunuh Diri, Begini Sistem Pemeriksaan di Mapolrestabes Medan

Kamis, 14 November 2019 – 15:16 WIB Pascaledakan Bom Bunuh Diri, Begini Sistem Pemeriksaan di Mapolrestabes Medan - JPNN.com
Pemeriksaan ketat di Mapolrestabes Medan, Kamis (14/11). Foto: pojoksatu.id

jpnn.com, MEDAN - Polrestabes Medan langsung meningkatkan pengamanan dan pemeriksaan ketat di gerbang masuk pasca-bom bunuh diri yang terjadi Rabu (13/11). Masyarakat yang ingin masuk dengan berbagai urusan harus melewati pemeriksaan detail petugas.

Ini terlihat, Kamis (14/11), tampak petugas lengkap dengan senjata laras panjang berjaga di gerbang. Di lokasi sudah disiapkan satu jalan khusus dengan deretan membatas yang hanya bisa dilalui satu baris.

Setiap pengunjung yang mayoritas mengurus SKCK wajib melewati lorong berpagar kawat duri sebelum masuk. Di posko penjagaan, barang bawaannya diperiksa.

Tak hanya itu, mereka harus meninggalkan kartu identitas untuk diganti kartu tamu. Sementara portal di gerbang tetap ditutup dan hanya dibuka saat kendaraan tertentu masuk.

Mengenai pengamanan ini, Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwiyanto menjelaskan pengamanan di markas-markas polisi bukan hanya dilakukan sejak bom bunuh diri kemarin.

“Kami tingkatkan sejak bertahun tahun lalu sejak tahu bahwasanya ada serangan-serangan teroris. Tetapi ada hambatan bagi kami bahwa Polri itukan pelayanan publik, ada SKCK, SIM, laporan polisi ke Reskrim sehingga kalau kami terapkan yang betul-betul ketat seperti orang masuk hotel bintang lima akan menghambat pelayanan,” ungkapnya di sela-sela HUT Brimob di Medan, Kamis (14/11).

Dia mengurai kejadian lolos Rabbial Muslim Nasution, 24, masuk ke Mapolrestabes dan meledakkan diri adalah bentuk penyusupan. “Kalau kami melihat kejadian kemarin sebetulnya sebelum pelaku ini masuk ke Polrestabe Medan dia sudah digeledah awalnya, ketika ada anggota yang melakukan pengaturan lalu lintas di depan Mapolres, ini sudah mecurigai pelaku, petugas sudah suruh buka jaketnya, cek ranselnya setelah itu dia tidak jadi masuk,” ungkapnya.

“Kemudian dari CCTV, kami melihat dia masuk bersamaan dengan para pemohon SKCK menyusup, kami tetap meningkatkan pelayanan Mako (Markas Komando), kami sudah sebarkan ke seluruh Brimob, Polres dan Polsek yang ada. Kami harapkan juga bantuan masyarakat, kalau ada melihat yang menyebarkan paham-paham bertentangan dengan Pancasila sampaikan ke kami,” tuturnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...