JPNN.com

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sulawesi Tenggara Bertambah Lagi

Sabtu, 04 Juli 2020 – 18:28 WIB
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sulawesi Tenggara Bertambah Lagi - JPNN.com
Ilustrasi Corona. Foto: Radar Solo

jpnn.com, KENDARI - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) menyampaikan bahwa pasien sembuh dari virus corona di provinsi itu mencapai 262 orang dari 479 kasus pada Sabtu (4/7).

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal di Kendari, Sabtu, mengatakan terjadi penambahan lima kasus sembuh di Sultra dari Kabupaten Buton dan Bombana.

"Hari ini kita ada penambahan kasus sembuh lima orang. Rincian kasus sembuh, satu dari Buton dan empat dari Bombana," kata Rabiul dalam keterangan resminya di Posko Gugus Tugas COVID-19 Sultra.

Meski demikian, kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara ini, hari ini Sultra masih ada penambahan empat kasus baru, sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 secara keseluruhan menjadi 479 orang.

"Rincian kasus baru terdiri dari Kabupaten Kolaka Utara satu orang dan Kota Kendari tiga orang," tutur Rabiul.

Dokter yang akrab disapa dokter Wayong ini menyampaikan kasus meninggal di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan, yakni tetap tujuh orang. Pasien yang sedang menjalani perawatan isolasi maupun karantina 210 orang.

"Kami sampaikan kepada saudara-saudara kami yang sampai hari ini belum dinyatakan sembuh, kami mohon tetap bersabar dan berdoa. Seluruh jajaran gugus tugas, baik provinsi maupun kabupaten/kota dan khususnya tenaga kesehatan tidak akan pernah menyerah untuk berusaha memberikan pertolongan yang sebaik-baiknya," ujar Wayong.

Wayong mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar selalu memproteksi diri dari virus corona dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

"Kepada teman-teman gugus tugas provinsi maupun kabupaten/kota jangan lengah, tetap siaga karena wabah masih terjadi. Kita harus terus melakukan edukasi pencegahan secara masif dan deteksi sehingga wabah ini bisa kita kendalikan," pungkasnya. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fajar