Pasport DIY Beredar di Facebook

Pasport DIY Beredar di Facebook
Pasport DIY Beredar di Facebook
Hasanudin M Kholil, mantan Ketua BEM UGM yang kini aktifis LSM di Jakarta, juga menulis komentarnya. "Yakinlah Yogyakarta akan tetap menjadi daerah yg istimewa, sekalipun gubernurnya berkuasa melalui proses Pilkada, bukan karena "warisan". Terlalu sederhana memahami keistimewaan Yogyakarta hanya dari cara bagaimana gubernurnya berkuasa. Kesultanan Yogyakarta adalah asset bangsa yg tak ternilai. Sudah semestinya ditempatkan lebih terhormat lebih dari sekedar polemik jabatan kegubernuran," begitu pendapat Hasan.

Tanggapan terhadap polemik ini juga disampaikan Sultan Muchtar. Mantan aktifis mahasiswa UGM itu menulis," Kepada yth pimpinan UMUM HARIAN KOMPAS JAKOB OETAMA. Hari ini di halaman utama koran dengan nada provokatif soal reaksi rakyat Yogya. APAKAH ANDA melupakan apa yg sudah dilakukan LITBANG KOMPAS di tahun 2007 yang mendorong Sultan untuk Mundur dari GUBERNUR DIY," tulisnya. Dia juga menyuplik jajak pendapat dimaksud. (sam/jpnn)

JAKARTA -- Polemik mengenai mekanisme pengisian kursi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengundang reaksi para facebooker. Netty Radja misalnya,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News