JPNN.com

Pastikan NTT Tanam 2 Kali Dalam Setahun, Mentan Serahkan Bantuan

Jumat, 29 Mei 2020 – 15:44 WIB Pastikan NTT Tanam 2 Kali Dalam Setahun, Mentan Serahkan Bantuan - JPNN.com
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 40 traktor dan alat pertanian lainnya ke Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/5). Foto dok Kementan

jpnn.com, NUSA TENGGARA TIMUR - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 40 traktor dan alat pertanian lainnya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (29/5). Mentan berharap NTT bisa berupaya tanam dua kali setahun.

“Kunci daerah yang bisa maju itu kalau kepala daerahnya punya managemen agenda pertanian, yang diturunkan berupa kebijakan pemerintah. Untuk itu Pak Gubernur, NTT tidak boleh mundur petani bertanam 2 kali setahun,” kata Mentan SYL saat memberikan sambutannya di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Mentan SYL mengatakan bahwa Program Tanam Jagung Panen sapi (TJPS) yang saat ini sedang dikerjakan pemerintah NTT bisa membawa NTT keluar dari kemiskinan dan menjadi sejahtera. Menurutnya sektor pertanian adalah sektor yang menjadi jawaban, dan diunggulkan setelah melewati pandemi Covid-19.

“Dalam kondisi Covid seperti ini, ekonomi yang bisa jalan adalah pertanian. karena ini masalah perut. Dalam 100 hari lagi kita mau lihat perkembangan NTT,” ucapnya.

SYL memaparkan prognosa produksi dan kebutuhan beras nasional, hingga akhir Desember 2020 stok beras masih akan tersedia sebanyak 4,7 juta ton beras. Untuk mengamankan pasokan beras ditengah pandemi COVID-19, Kementan telah melakukan gerakan percepatan tanam padi 5,6 juta hektar, pada musim tanam dua di 33 provinsi.

Pemerintah menargetkan program itu bisa menghasilkan produksi beras sebesar 15 juta ton pada Juli- Desember 2020. Paling tidak untuk target pesimistis bisa mencapai 13,2 juta ton.

Kementan juga memiliki 3 program alternatif untuk mengamankan pangan masyarakat Indonesia, diantaranya optimalisasi lahan rawa 400 ribu hektar yang diperkirakan dapat menghasilkan 1,2 juta ton beras. Selain itu, melakukan diversifikasi pangan, hingga membuat lumbung pangan disetiap provinsi.

“Jadi NTT harus punya lumbung pangan sendiri dan setiap kecamatan akan terkoneksi. Bersama kami (Kementan) membuat konstraling ( komando stategi penggilingan), dimana ini akan menjadi lumbung pangan yang ada di kecamatan,” ucap SYL.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
yessy