Pastor Gregorius Soetomo: Kalau Ramadan, Saya Diajak Berbuka Puasa Bersama

Pastor Gregorius Soetomo: Kalau Ramadan, Saya Diajak Berbuka Puasa Bersama
Gregorius Soetomo di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Glandy Burnama/Jawa Pos

Untuk disertasi, dia mengambil topik Bahasa, Kekuasaan, dan Sejarah: Historiografi Islam Marshall G.S. Hodgson dalam Perspektif Kajian Poststrukturalisme Michel Foucault.

Lewat disertasi setebal 200 halaman itu, Greg ingin mengulas kaitan sejarah peradaban Islam dengan sejarah perkembangan dunia secara umum.

Dari hasil penelitiannya, Greg menemukan sebuah kesimpulan yang membuatnya semakin respek terhadap muslim. Yakni, sejarah dan peradaban Islam tidak bisa dilepaskan dari perkembangan peradaban dunia.

Banyak ilmuwan dan cendekiawan muslim yang berkontribusi serta peduli akan perkembangan dunia.

”Kaum muslim sangat bersemangat untuk membuat dunia menjadi lebih baik sepanjang sejarah,” kata Greg.

Hasil disertasi dan sidang pun sangat memuaskan. Greg dinyatakan lulus dengan status cum laude. Dia pun menjadi pastor pertama yang lulus dari jenjang S-3 Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah.

Para promotor dan penguji doktoralnya menilai disertasi Greg bisa memberi wacana baru dalam studi mengenai sejarah peradaban Islam.

Greg juga menularkan semangat perdamaian serupa kepada para frater binaannya. Salah satu caranya adalah mengajak para frater mengunjungi ponpes.

Pastor Gregorius Soetomo SJ telah menuntaskan studi S-3 bidang pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, akhir Mei lalu, dengan predikat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News