Pasukan Khusus Ini Berjalan Tidak dengan Kaki, Tetapi Pakai Tangan dan Kepala

Pasukan Khusus Ini Berjalan Tidak dengan Kaki, Tetapi Pakai Tangan dan Kepala
Sisi bangunan Stasiun Demak saat malam hari. Foto: Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang

jpnn.com, DEMAK - Warga di sekitar Stasiun Demak (nonaktif), Jawa Tengah menyebutnya Pasukan Wadudu.

Sutrimo, warga sekitar, mengatakan, Wadudu merupakan pasukan khusus yang berjalan tidak dengan kaki.

"Namun, dengan tangan dan kepala di bawah. Namanya Pasukan Wadudu,” kata Sutrimo kepada awak Radar Semarang.

Kawasan Stasiun Demak dikenal wingit. Namun, warga sudah tidak lagi menganggap sebagai kawasan yang menakutkan.

Di bagian kanan kiri bangunan tua itu telah banyak berdiri perumahan, termasuk indekos, gudang bahkan sampai tempat hiburan karaoke.

Bangunan stasiun sendiri banyak dimanfaatkan warga sebagai tempat berjualan. Tempat nongkrong dan minum kopi anak-anak muda.

Jam operasionalnya pun sampai larut malam. Halaman depan stasiun dipenuhi tanaman bonsai.

Sedangkan, bagian belakang yang dulu tempat jalur rel kereta, dipenuhi rumput dan ilalang.

Warga sekitar Stasiun Demak menyebut pasukan khusus itu Wadadu. Seperti apa ceritanya?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News