JPNN.com

Pasukan TNI Gelar Salat Idulfitri di Sudan

Senin, 26 Juni 2017 – 16:07 WIB Pasukan TNI Gelar Salat Idulfitri di Sudan - JPNN.com

jpnn.com, SUDAN - Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Garuda Satgas Indonesian Battalion (Indobatt-03) Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) menggelar Salat Idulfitri 1 Syawal 1438 H di Lapangan Apel Indobatt-03, Super Camp, El-Geneina, Sudan, Afrika Utara, Minggu (25/6/2017).

Bertindak sebagai Imam pada Salat Idulfitri adalah Serka Hariyanto (pemenang lomba membaca ayat suci Alquran) dengan Khotib Kopda M. Tabirin (pemenang lomba Khotbah) dalam rangka Pekan Liga Ramadan Indobatt-03.

Menurut Perwira Penerangan Konga XXXV-C/Unamid, Kapten Laut (KH) Aripudin, pelaksanaan Salat Idulfitri 1438 H berlangsung khidmat dan khusyuk. Hal ini terlihat pada Prajurit Garuda Satgas Indobatt-03 pemelihara perdamaian dalam mendalami setiap kalimat doa yang dilantunkan imam pemimpin Saat.

Hal ini merupakan momen yang sangat membanggakan dan sekaligus mengharukan, tak hanya itu saja, ada juga yang sampai meneteskan air mata selama Salat berlangsung. Itu menunjukkan betapa kecilnya manusia jika dibandingkan dengan kebesaran Allah SWT yang telah banyak memberikan karunia, pengampunan dan keberkahan setelah menempuh satu bulan menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadan.

Dalam khutbahnya, Khotib Kopda M. Tabirin mengajak untuk membentuk manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya dalam situasi, kondisi dimanapun berada. Ia juga mengajak saling bersilaturahmi untuk melebur dosa-dosa yang pernah kita perbuat.

“Meski wajah kami tak mampu berjumpa, tangan tak bisa saling berjabat, semoga coretan kata ini akan mampu menjadi jembatan dihari penuh kemenangan, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin,” tutupnya.

Sementara itu, Dansatgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam dalam sambutannya menyampaikan harta paling berharga adalah sabar. Teman paling setia adalah amal, ibadah paling indah adalah ikhlas. Sedangkan identitas paling tinggi adalah iman, pekerjaan paling berat adalah memaafkan, mohon maaf atas segala khilaf dan salah.

“Kemuliaan seseorang dilihat dari keikhlasannya dalam memaafkan setiap salah dan khilaf atas dirinya maka maafkanlah keluarga, sahabat, bahkan musuh sekalipun di hari yang suci ini,” katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...