PB PGRI: Pemerintah Punya Utang Gaji Guru Honorer Puluhan Tahun

PB PGRI: Pemerintah Punya Utang Gaji Guru Honorer Puluhan Tahun
Susandi (kiri), guru honorer Sukabumi dan Teddy guru PNS Cianjur kuliah S1 lewat pendidikan jarak jauh. Foto: Mesya Mohamad/JPNN.com

Faktanya di lapangan tidak semua guru tersertifikasi “jalan di tempat”. Ratusan ribu guru melanjutkan pendidikan S-2 bahkan ada yang doktor.

Ribuan guru membuat buku. Ratusan guru menjadi guru berprestasi setiap tahun.

Ratusan guru bahkan menjadi tokoh di masyarakat. Walaupun jumlahnya dianggap kecil, tetapi ada gerakan “merangkak” menuju guru yang lebih baik.

“Tri Merdeka” ketiga adalah merdeka apresiasi. Negara harus mampu mengapresiasi guru-guru penggerak yang selama ini sudah tampil beda.

Guru-guru terbaik di setiap sekolahan harus mendapatkan merdeka apresiasi.

Misal mengapa guru berprestasi dan penggerak tidak menerima kemudahan atau otomatis menjadi calon kepala sekolah.

Jangan sampai guru-guru penggerak, guru-guru berprestasi “tidak merdeka” karena ada kongkalingkong politik lokal.

“Merdeka apresiasi artinya setiap guru penggerak dan guru berprestasi terdata dengan baik dan disiapkan untuk menjadi pemimpin sekolah," tandasnya. (esy/jpnn)

Ketua PB PGRI Dudung Nurullah Koswara mengatakan, pemerintah punya utang puluhan tahun kepada guru honorer.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News