PDIP dan NU Dianggap jadi Penentu Keunggulan Arif-Rista di Pilkada Kebumen

PDIP dan NU Dianggap jadi Penentu Keunggulan Arif-Rista di Pilkada Kebumen
Ilustrasi Pilkada 2020. Grafis: Sultan Amanda Syahidatullah

Sementara PCNU Kabupaten kebumen, meskipun secara formal tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi faktor bahwa Arif merupakan Bendahara Umum PCNU telah menjadi motivasi dan semangat tokoh sentral NU dan kader penggerak untuk menjaga muruah dan martabat kader NU yang dipercaya menjadi calon bupati Kebumen.

Baihaqi kemudian menguraikan analisa mengenai PDIP dan NU menjadi faktor dominan dalam kemenangan Arif-Rista di Pilkada Kebumen 2020.

Pertama dari sisi tingkat pengenalan pasangan Arif-Rista di masyarakat Kebumen, yang hingga mendekati waktu pemungutan suara angkanya di kisaran 80 persen.

“Di sinilah faktor PDIP dan NU menjadi penentu dominan. PDIP yang dikenal solid dan punya pemilih loyal dan militan bisa meminimalisir variabel ketidaksukaan sehingga mereka yang mengenal Arif-Rista juga memberikan pilihan kepadanya. Demikian juga NU, yang cukup dengan mensosialisasikan bahwa Arif adalah kader NU maka menguatkan sentiman masyarakat di basis kultural NU yang merata di desa-desa,” kata Baihaqi.

PDIP dan NU Dianggap jadi Penentu Keunggulan Arif-Rista di Pilkada Kebumen

Dia menambahkan. PDIP dan NU memang organisasi yang punya kaki hingga tingkat ranting.

Sehingga sosialisasi dan gerakan untuk bisa memengaruhi pemilih bisa efektif.

"Meskipun Arif-Rista didukung semua partai, termasuk di dalamnya ada partai-partai berbasis keislaman, tetapi secara politik yang paling terasosiasi adalah PDIP. Nah, di sinilah NU hadir dan memberikan warna yang bisa merepresentasikan kepentingan politik mayoritas pemilih di Kebumen,” katanya. (*/adk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Hingga Kamis (10/12) pagi, setelah 50,17 persen suara masuk, Arif-Rista telah mengantongi 61,2 persen.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News